Laporan, zul
Senin,05 Oktober 2026
WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Agus Sueb Biantara mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Terong Tawah, Kecamatan labuapi, Lombok Barat, Senin (5/10/2026). Putra asli Dusun Terong Tawah Timur itu membawa sejumlah gagasan perubahan yang menurutnya perlu dilakukan untuk menjawab persoalan di desa tersebut.
Pendaftaran Agus diwarnai iring-iringan ratusan pendukung. Anak muda, emak-emak, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat turut mengantarnya menuju kantor panitia pemilihan.
Suasana semakin meriah dengan hadirnya Gendang Beleq, musik tradisional Sasak yang mengiringi rombongan pendukung selama proses pendaftaran.
Setelah dokumen persyaratan diperiksa dan diverifikasi, panitia menyatakan berkas pendaftaran Agus lengkap dan menerima pencalonannya sebagai bakal calon kepala desa.
Agus mengatakan, ada sejumlah persoalan yang menjadi perhatiannya dan mendorong dirinya ikut dalam kontestasi Pilkades Terong Tawah. Salah satunya menyangkut fasilitas kesehatan, khususnya ketersediaan ambulans desa.
"Satu-satunya Desa Terong Tawah ini yang tidak memiliki fasilitas dasar kesehatan seperti ambulans. Sementara desa-desa lain di sebelah timur, barat, dan utara, selalu ada ketika warga sakit, ambulans desa siap siaga untuk mengantar," kata Agus.
Selain fasilitas kesehatan, Agus menyoroti persoalan pengelolaan sampah. Ia mengatakan sampah masih ditemukan di sejumlah ruas jalan dan sungai karena belum tersedianya kendaraan pengangkut sampah milik desa.
Menurut Agus, saat ini sudah terdapat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pengangkutan sampah satu kali dalam sepekan. Namun, ia menilai diperlukan pola kerja sama yang lebih kuat untuk menangani volume sampah yang ada.
"Kendaraan sampah tidak ada. Kami dari forum memang ada kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, seminggu sekali diangkut. Ke depan, kita akan buat kerja sama yang lebih akurat agar volume sampah yang begitu besar bisa teratasi," ujarnya.
Persoalan berikutnya yang menjadi perhatian Agus adalah keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. Ia menilai pemuda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk menyampaikan gagasan dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki.
"Tidak adanya keterlibatan pemuda dalam pembangunan tentu akan menjadi nihil perjuangan itu. Padahal, pemuda di sini punya SDM yang cukup lumayan dan skill yang tidak tersalurkan," katanya.
Agus juga menyoroti kondisi sejumlah jalan desa serta saluran air di sepanjang jalan yang menurutnya masih membutuhkan perhatian.
"Kita malu sebagai warga Desa Terong Tawah yang notabene adalah desa yang dianggap maju, namun pada faktanya seperti ini. Akhirnya kita dengan teman-teman membuat sebuah gerakan bagaimana supaya desa ini betul-betul terangkat dari keterpurukannya," ujarnya.
Agus memiliki pengalaman bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia menghabiskan sekitar 10 tahun bekerja di Korea Selatan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Agus ingin membawa pola pengelolaan kebersihan dan lingkungan yang menurutnya lebih tertata ke Desa Terong Tawah.
"Di negara-negara Asia Timur, tentang lingkungan dan kebersihan itu tentu paling utama. Hal-hal seperti itu yang kita mau dorong," tuturnya.
Salah satu gagasan yang ditawarkannya adalah penerapan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Agus berencana mendorong penyediaan tempat sampah terpilah di kios-kios warga sehingga sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat dikumpulkan dan didaur ulang.
"Setiap kios diberikan tempat sampah plastik, botol susu, botol minuman, jadi bisa didaur ulang kembali," paparnya.
Dalam pencalonannya, Agus membawa jargon "Jujur, Adil, Transparan". Ia menyebut prinsip tersebut sebagai komitmen untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang terbuka serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
Pilkades serentak Lombok Barat 2026 akan digelar di 77 desa. Desa Terong Tawah menjadi salah satu wilayah yang akan mengikuti tahapan pemilihan tersebut.
Pendaftaran Agus menambah dinamika pencalonan di Desa Terong Tawah. Selain proses administratif, isu pelayanan kesehatan, pengelolaan sampah, pemberdayaan pemuda, serta kondisi infrastruktur menjadi bagian dari gagasan yang dibawanya dalam kontestasi Pilkades 2026.
0 Komentar