Laporan, zul
Jum'at,02 Oktober 2026
WARTABUMIGORA.ID€ LOMBOK BARAT-Ratusan warga Dusun Bongor, Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat, mengantarkan H. Suhaili menuju Kantor Desa Taman Ayu untuk mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Taman Ayu pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
H. Suhaili menjadi pendaftar pertama yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Taman Ayu. Kedatangannya ke Kantor Desa Taman Ayu mendapat pengawalan dari ratusan simpatisan yang turut mengiringi proses pendaftaran.
Pendaftaran berlangsung di Kantor Desa Taman Ayu. Kehadiran para simpatisan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap langkah H. Suhaili untuk kembali mengikuti kontestasi Pilkades Taman Ayu.
H. Suhaili mengatakan, pencalonannya kali ini merupakan bagian dari ikhtiar pengabdian kepada masyarakat dan negara. Ia menyebut, pencalonan tersebut merupakan kali ketiga dirinya mengikuti proses untuk maju sebagai calon Kepala Desa Taman Ayu.
“Yang membuat saya maju lagi ini sebenarnya yang ketiga kali niat saya untuk mengabdi. Karena jujur, pemerintahan yang saat ini saya bilang baik. Saya melihat agaknya masih kurang mengakomodasi terhadap orang-orangnya,” kata H. Suhaili, Jum'at, 2 Oktober 2026.
Ia menegaskan, ke depan dirinya ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak yang dinilai memiliki kompetensi untuk bersama-sama mewujudkan tujuan pembangunan Desa Taman Ayu.
“Untuk ke depannya, kita mau berkolaborasi dengan siapa yang kita anggap kompeten di desa ini untuk bersama-sama satu tujuan. Satu tujuan itu bagaimana memberdayakan rakyat dari segala sisi, baik itu sosial maupun infrastruktur,” ujarnya.
Menurut H. Suhaili, pembangunan desa membutuhkan keberanian dan strategi dalam mengelola potensi yang dimiliki desa. Ia menilai, keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam mendorong pembangunan secara berkelanjutan.
“Kalau kita lihat saat ini, rata-rata dana desa sudah sekitar Rp300 juta ini, dengan adanya kebijakan-kebijakan yang ada. Nah, kalau tidak berada dalam niat perbaikan, maka tidak bisa kita membangun dengan Rp300 juta setahun,” katanya.
Karena itu, ia menyebut diperlukan keberanian untuk mencari terobosan serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat dan potensi desa.
“Di sini butuh nyali, butuh keberanian untuk membangun desa. Dengan cara apa? Tentu mengupayakan potensi daerah sampai bagaimana masyarakat bisa berusaha. Nah, ini yang akan kita buktikan ke depan, insyaallah,” tegasnya.
H. Suhaili juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat apabila dirinya nantinya dipercaya memimpin Desa Taman Ayu.
“Dengan semangat kebersamaan, saya juga tidak akan bisa sukses. Kalau Allah mengizinkan saya memimpin Taman Ayu ke depan, tentunya Taman Ayu ini tidak akan bisa maju tanpa ada dukungan dari masyarakat saya sendiri. Itu harapan saya,” ujarnya.
Dalam pencalonannya, H. Suhaili membawa jargon “Uah Wayen” sebagai semangat kebersamaan dalam membangun Desa Taman Ayu.
“Uah Wayen, bersama membangun desa,” pungkas H. Suhaili.
0 Komentar