WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Nama Lalu Salikin kembali menjadi perhatian di tengah dinamika kepemimpinan Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
Desa Lembar Selatan memiliki posisi strategis karena berada di kawasan yang berkaitan erat dengan aktivitas Pelabuhan Lembar.
Kondisi tersebut membuat kepemimpinan desa membutuhkan kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola kawasan pelabuhan, pelaku usaha hingga masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pengalaman Lalu Salikin memimpin Desa Lembar Selatan menjadi salah satu rekam jejak yang dapat dilihat masyarakat.
Lalu Salikin tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Desa Lembar Selatan. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada 2012 juga mencatat pelantikannya sebagai kepala desa pada 26 November 2012.
Pada masa kepemimpinannya, sejumlah gagasan pembangunan desa pernah mendapat perhatian. Salah satunya pembangunan Kantor Desa Lembar Selatan dengan konsep yang memadukan unsur bangunan tradisional Sasak dan modern.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kala itu menyebut pembangunan kantor desa tersebut menjadi salah satu upaya mempertahankan identitas budaya masyarakat setempat.
Tidak hanya persoalan infrastruktur, Lalu Salikin juga pernah mendorong pengembangan ekowisata mangrove di Lembar Selatan.
Sebuah laporan mengenai pengembangan kawasan tersebut mencatat adanya kolaborasi pemerintah desa dengan kelompok masyarakat, pendamping, serta pihak pemerintah dalam mengembangkan kawasan wisata berbasis masyarakat.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat diarahkan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memanfaatkan potensi lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Pelabuhan Jadi Potensi Besar
Kini, posisi strategis Lembar Selatan menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang lebih besar.
Aktivitas Pelabuhan Lembar menjadi bagian penting dari pergerakan orang dan barang di wilayah tersebut. Karena itu, desa membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun komunikasi lintas sektor agar keberadaan kawasan strategis tersebut juga memberikan ruang manfaat bagi masyarakat desa.
Kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan UMKM, jasa, ekonomi masyarakat pesisir, pariwisata, pemberdayaan pemuda hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam situasi seperti itu, pengalaman seorang pemimpin dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu hal yang dapat menjadi pertimbangan masyarakat.
Rekam jejak Lalu Salikin dalam membangun komunikasi dengan pihak luar juga pernah dicatat dalam pengembangan ekowisata mangrove. Laporan tersebut menggambarkan adanya upaya mencari dukungan dan menghubungkan program desa dengan pihak pemerintah maupun lembaga pendamping.
Bukan Sekadar Jabatan
Jika kembali dipercaya memimpin, tantangan Lalu Salikin bukan sekadar menduduki jabatan kepala desa.
Desa Lembar Selatan membutuhkan konsep pembangunan yang mampu menjawab perkembangan kawasan pelabuhan sekaligus menjaga kepentingan masyarakat lokal.
Kepala desa ke depan harus mampu memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di sekitar wilayahnya.
Potensi usaha masyarakat, pengembangan produk lokal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan BUMDes serta pengembangan kawasan pesisir dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan apabila dirancang melalui kolaborasi yang terukur.
Karena itu, sosok calon kepala desa idealnya tidak hanya dilihat dari popularitas atau dukungan politik, tetapi juga dari pengalaman, gagasan pembangunan, kemampuan berkomunikasi, integritas dan kesediaan bekerja bersama masyarakat.
Bagi masyarakat Lembar Selatan, pilihan kepala desa pada akhirnya menjadi keputusan warga melalui mekanisme pemilihan yang berlaku.
Lalu Salikin memiliki rekam jejak sebagai mantan kepala desa dan pernah terlibat dalam sejumlah gagasan pembangunan di Lembar Selatan. Rekam jejak tersebut dapat menjadi bagian dari informasi yang dipertimbangkan masyarakat, sementara penilaian mengenai siapa yang paling sesuai memimpin desa tetap berada di tangan warga.
Dengan posisi Lembar Selatan yang strategis dan berhadapan langsung dengan kawasan pelabuhan, kepemimpinan yang mampu membuka pintu kolaborasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mengarahkan potensi wilayah menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

0 Komentar