Laporan, Zul
Jum'at 23 Oktober 2026.
WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Yayasan Pendidikan Islaahul Islam di Kuripan Timur, Lombok Barat, menggelar Festival Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan mengusung tema "Santri Berilmu, Berakhlak Mulia, dan Berkontribusi untuk Indonesia". Acara yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026) di TPQ Islaahul Islam ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk kembali menguatkan citra pondok pesantren di tengah tantangan era modern.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., Kepala Desa Kuripan Timur, tokoh masyarakat, serta wali santri dan para ustaz/ustazah. Rangkaian acara diisi dengan pawai keliling, berbagai perlombaan keagamaan, serta pembagian hadiah kepada para juara.
Ketua Panitia, Fathurrahman, dalam sambutannya melaporkan bahwa yayasan yang telah berdiri sejak 2012 ini saat ini menaungi sekitar 180 santri TPQ dan 40 siswa PAUD/TK. Ia menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para santri, terlebih beberapa perwakilan dari Kecamatan Kuripan telah berhasil lolos mewakili Kabupaten Lombok Barat pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten yang akan diselenggarakan di Labuapi pada November mendatang.
"Kepada adik-adik santri, jangan hanya melihat besar atau kecilnya hadiah yang diberikan. Yang paling utama adalah semangat untuk terus belajar, karena ilmu yang didapatkan di lembaga ini jauh lebih bernilai dari segalanya," pesan Fathur di hadapan para santri.
Sementara itu, Anggota DPD RI Hj. Evi Apita Maya dalam sambutannya menyoroti isu krusial terkait marwah pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa peringatan HSN tahun ini harus menjadi momentum evaluasi bersama atas citra pendidikan Islam yang belakangan sedang tercoreng akibat ulah oknum tertentu.
"Hari Santri ini adalah momentum kita. Saat ini citra pondok pesantren sedang tidak baik-baik saja. DPD RI sangat prihatin. Ada oknum yang seharusnya menjadi teladan, justru melakukan hal-hal yang mencoreng nama baik pesantren dan pendidikan Islam," tegas Evi.
Oleh karena itu, Evi mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih peka dan waspada terhadap perubahan sikap anak-anak mereka. Ia juga meminta para guru dan ustaz/ustazah untuk terus mengawasi serta menjaga citra positif pesantren sebagai lembaga penanaman etika dan moral yang utama.
"Kita harus bergandengan tangan, bahu-membahu agar citra pesantren yang dulu sempat menciptakan anak-anak ber-akhlakul karimah bisa terwujud lagi. Ke depannya, kami berharap ada penambahan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang lebih ketat dalam pendirian maupun operasional pondok pesantren untuk mengantisipasi hal-hal negatif tersebut," tambahnya.
Meski menyoroti tantangan yang ada, Evi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada TPQ Islaahul Islam yang dinilai berhasil mencetak qori dan qariah berprestasi. Dalam kesempatan itu, ia turut membagikan bantuan dan hadiah tambahan untuk memotivasi para santri, serta menjanjikan hadiah istimewa bagi juara umum pada perhelatan tahun depan.
Mengakhiri sambutannya, Evi berpesan agar para santri tidak gentar menghadapi tantangan zaman.
"Tetaplah menjadi santri, menjadi contoh yang baik. Jadilah generasi yang berakhlak, berpendidikan, dan hebat, agar Indonesia Emas ke depannya diisi oleh santri-santri hebat," tutupnya.
Acara peringatan HSN di Kuripan Timur ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan Islam, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia di Pulau Lombok.
0 Komentar