Kegiatan yang berlangsung di lokasi So Ta'a tersebut memperkenalkan sejumlah varietas jagung unggulan, di antaranya BISI Maskot 234 Cap Kapal Terbang, BISI Macho 235 Cap Kapal Terbang, serta BISI 18 Super F1.
Selain memperkenalkan varietas, petani juga mendapat sosialisasi mengenai tata cara penggunaan obat dan pupuk yang tepat selama masa pertumbuhan tanaman jagung.
Varietas jagung BISI disebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya mampu beradaptasi pada kondisi kemarau serta memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai dan busuk batang. Tanaman juga menghasilkan tongkol yang panjang dan berukuran besar.
Salah seorang petani jagung, Arif, yang akrab disapa Presiden Monta Selatan, mengaku tengah menguji dua varietas jagung BISI, yakni Macho 235 dan Maskot 234, pada dua titik lahan di lokasi yang sama.
“Untuk penanaman terbaru ini, saya menanam jagung BISI, yaitu Macho 235 dan Maskot 234 di dua titik pada lokasi yang sama,” ujar Arif.
Menurutnya, kedua varietas tersebut menunjukkan performa yang cukup baik di lahan yang dikelolanya.
“Kalau kita lihat, keduanya sama-sama memiliki keunggulan. Kualitasnya hampir sama, baik dari ukuran maupun mutunya. Keduanya sama-sama bagus,” katanya.
Arif menilai hasil tersebut menjadi gambaran awal bahwa kedua varietas BISI cukup potensial dikembangkan di wilayah tersebut.
“Ya, keduanya memiliki keunggulan masing-masing dan hasilnya cukup baik,” tambahnya.
Dari pantauan di lokasi, tongkol jagung yang dihasilkan terlihat berukuran cukup besar dan panjang. Warna bijinya juga tampak menonjol.
“Luar biasa. Kita bisa melihat langsung ukuran jagungnya cukup besar dan panjang. Selain itu, warnanya juga sangat menarik,” jelas Arif.
Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada petani, terutama dalam memilih varietas, pemupukan, serta penggunaan obat tanaman yang sesuai selama proses budidaya jagung.
0 Komentar