SPACE IKLAN

header ads

CCEC Tahap II Digulirkan, Bima Perkuat Layanan Kesehatan Mata

Foto. Istimewa. 

Laporan: Ipul 
Kamis, 5 November 2026.

WARTABUMIGORA.ID |  BIMA – Upaya menekan angka kebutaan akibat katarak dan gangguan penglihatan di Kabupaten Bima terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan lintas sektor dan Technical Working Group (TWG) yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima serta sejumlah lembaga mitra. 

Kegiatan yang difasilitasi Fred Hollows Foundation (FHF) Indonesia melalui Program Comprehensive Eye Care (CCEC) NTB Tahap II periode 2026–2029 itu berlangsung di Illocake Restoran, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima, Selasa (3/11-2026). 

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Hartawan, S.Sos., SKM., MM., mengatakan pertemuan tersebut merupakan kelanjutan komitmen kerja sama pada tahap sebelumnya dalam memperkuat pelayanan kesehatan mata secara berkelanjutan. 

Ia mengapresiasi capaian NTB yang menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki cetak biru (blueprint) operasi katarak beserta modul khusus yang kini dapat diadopsi secara nasional. 

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperluas akses pelayanan sekaligus memastikan keberlanjutan sistem kesehatan mata yang terstandar. 

"Melalui program CCEC Tahap II ini, kita tidak hanya memperluas akses layanan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sistem kesehatan mata yang terstandar," ujar Hartawan. 

Ia berharap sinergi tersebut mampu menekan angka kebutaan yang dapat dicegah, menjaga produktivitas masyarakat, serta meningkatkan deteksi dini gangguan penglihatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. 

Sementara itu, Koordinator Program CCEC NTB, Heru, memaparkan empat komponen utama program yang menjadi fokus intervensi. 

Pertama, penanggulangan katarak dan pterygium melalui skrining serta operasi massal bagi kelompok usia produktif dan lanjut usia. Kedua, pemeriksaan visus dan pemberian kacamata gratis bagi siswa SD, SMP, MI, dan MTs. 

Ketiga, penguatan kapasitas tenaga kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, termasuk pemenuhan peralatan medis kesehatan mata. Keempat, uji coba skrining retinopati diabetik bagi masyarakat penderita diabetes melitus. 

Heru menegaskan, program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas pelayanan kesehatan mata sekaligus mencegah kebutaan yang sebenarnya dapat ditangani melalui intervensi sejak dini. 

Melalui program CCEC Tahap II, kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan lembaga mitra diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan mata yang inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bima. 

Pertemuan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan lintas sektor dalam mendukung penanggulangan katarak dan berbagai gangguan penglihatan.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar