SPACE IKLAN

header ads

Fauzan Husniadi Resmi Jabat Sekda Lobar, Konsolidasi OPD dan Percepatan APBD Jadi Prioritas



Foto. Istimewa 

Laporan, zul 
Rabu,4 November 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. H. Fauzan Husniadi, M.M. resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wakil Bupati Lobar, Nurul Adha, di Aula Kantor Bupati, Rabu (4/11/2026). 

Proses pelantikan ini berjalan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Lobar Fauzan Khalid, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Lobar, serta para kepala OPD dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lobar Nurul Adha (UNA) memberikan instruksi tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Lobar. Ia meminta agar budaya birokrasi yang terkotak-kotak segera dihapuskan.

"Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan, tidak boleh ada OPD yang bekerja sendiri dan mementingkan ego sektoral. Kita harus satu kesatuan untuk Lombok Barat," tegas UNA.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang turut memberikan arahan, menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting transisi pemerintahan Lobar. Iqbal memberikan definisi khusus mengenai peran strategis seorang Sekda.

"Urusan keluar itu Wakil Bupati, tapi ke dalam bupatinya adalah Pak Sekda. Bapak yang mengendalikan mesin birokrasi ini. Bapak adalah bupati internal," ujar Iqbal.

Iqbal mengingatkan Fauzan Husniadi bahwa politisi akan datang dan silih berganti setiap lima tahun, namun birokrat akan mengabdi selama 30 hingga 40 tahun. Oleh karena itu, ia menitipkan pesan agar Sekda fokus membangun sistem, bukan bergantung pada figur individu.

"Membangun sistem itu memang tidak populer dan tidak kelihatan hasilnya secara instan. Tapi sistem yang bagus dengan personel yang bagus itu mendekati surga. Tinggalkanlah warisan sistem yang kuat, agar saat pensiun nanti, Bapak melihat birokrasi yang baik, bukan yang porak-poranda," pesan Gubernur yang memiliki latar belakang 30 tahun sebagai birokrat dan diplomat tersebut.

Iqbal juga menyatakan komitmen Pemprov NTB untuk selalu mendukung Lobar, seraya menyebut bahwa keberhasilan provinsi adalah akumulasi dari keberhasilan kabupaten/kotanya.

Usai dilantik, Sekda Lobar H. Fauzan Husniadi memaparkan prioritas utama dalam 100 hari kerjanya. Fokus utamanya adalah konsolidasi internal, persiapan APBD 2027, dan perbaikan "ekosistem" birokrasi yang sempat rusak akibat fragmentasi di masa lalu.

"Sistem dan SOP kita sebenarnya sudah bagus, tetapi ekosistemnya yang rusak karena adanya kubu-kubuan. Ini yang harus kita perbaiki agar aliran kerja saling mendukung satu sama lain," ungkap Fauzan.

Terkait tata kelola keuangan, Fauzan mendorong seluruh OPD untuk tidak takut dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

"APBD itu uang yang harus dibelanjakan untuk hak rakyat, bukan disimpan karena ketakutan. Kita akan maksimalkan realisasinya, terutama untuk penanganan kemiskinan, angka putus sekolah, dan pelayanan dasar," tambahnya.

Fauzan juga mengonfirmasi langkah taktis terkait kepegawaian. Ia berencana mengembalikan posisi sekitar tujuh pejabat eselon II dan III yang sebelumnya dinonjobkan atau diberikan sanksi berat.

Setelah melakukan konsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan BKD Provinsi NTB, Fauzan menilai adanya indikasi ketidakadilan dalam proses penjatuhan sanksi di masa lalu.

"Kami sudah minta kronologi dan kami lihat ada indikasi penzaliman. Tidak sesuai dengan yang terjadi. Insyaallah, pada Desember ini posisi mereka akan kami kembalikan," tegasnya.

Kehadiran Sekda definitif ini menjadi angin segar bagi birokrasi Lombok Barat. Dengan dukungan penuh dari Pemprov NTB dan arahan untuk membangun sistem yang profesional, Lobar kini bersiap menulis sejarah baru dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar