Lombok Barat, wartabumigora.com - Sejumlah warga kesal dengan ulah oknum Pengurus Kelompok Masyarakat (Pokmas) Dusun Bangket Lauk Desa Mareje Kecamatan Lembar, yang saat ini di duga melakukan pemungutan terhadap bantuan dana gempa stimulan rekontruksi/rehab rumah yang diberikan kepada korban gempa di Desa Mareje Kecamatan Lembar Lombok Barat.
Sedangkan bantuan dana stimulan tersebut, di berikan kepada warga korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan. Untuk rumah rusak berat, pemerintah memberikan 50 juta rupiah, rusak sedang 25 juta rupiah, sedangkan rusak ringan 10 juta rupiah sedangkan pemerintah meminta agar dana tersebut di prioritaskan untuk membangun rumah, Adapun rumah yang di bangun harus menggunakan kontruksi rumah yang tahan gempa.
Menurut amaq Gani selaku
penerima bantuan gempa, dirinya mendapatkan bantuan gempa rekonstruksi rehab rumah senilai 8 juta, itupun hanya berupa bahan kebutuhan yang di anggarkan oleh Pokmas, setempat sedangkan sebagian sisanya tersebut di arahkan untuk pembiayaan rehab.
" Ya ada sisanya sekitar 1 juta limaratus itupun untuk biaya perbaikan ( ongkos tukang), namun di ambil 5 ratus oleh petugas ( Pokmas), alasannya,kami capek mengurus," cetusnya. Amaq gani saat di temui wartawan, di rumahnya. Selasa, (7/5/2019).
Selain Amaq Gani, di wilayah kekadusan Bangket Lauk Desa Mareje ini, ada beberapa rekannya juga mengalami hal yang sama pemotongan oleh oknum pengurus tingkat dusun.
" Ya bukan kami saja, banyak yang lain, terutama kalau yang pinter dan tidak bodoh seperti saya mereka gak berani potong," lanjutnya.
Tempat terpisah Puguh Wirabakti, selaku kekadusan Dusun Bangket Lauk berdalih, apa yang di paparkan warganya tersebut, pihaknya tidak pernah melakukan pemungutan terhadap warganya yang mendapat bantuan rekontruksi/rehab rumah gempa tersebut, kemungkinan hanya pengurus (Pokmas) di kasih oleh pihak yang mendapat bantuan tersebut seberapa ihklasnya saja.
" Hanya sepengetahuan saya cumen di kasih seratus ribu per yunit itupun tidak meminta hanya di kasih sama warga yang menerima bantuan tidak memotong hal yang sangat wajar," dalihnya.
Puguh, sapaan akrab juga menyampaikan pihaknya hanya mendapatkan 13 yunit rehab ringan sedangkan data yang masuk ke desa sekitar 50 yunit, namun yang di berikan hanya 13 yunit.
" Kan tidak mungkin semuanya yang dapat dan tidak mungkin pengurus pokmas berani potong, 5 ratus ribu per yunit apalagi ini jumlahnya besar sekali dan menurut saya tidak mungkin." lanjutnya.
Selain itu juga, salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan di konfermasi namanya, membenarkan tindakan oknum petugas setempat yang sangat berani sekali melakukan pungutan padahal sekecil apapun tidak di perbolehkan melakukan pungutan liar (Pungli).
" Kita liat sejauh mana mereka melakukan ini jika tidak di kembalikan uang tersebut kepada warga yang di potong maka kami akan laporkan ke kejaksaan bahkan rencana kami sama teman - teman akan segera bersurat ke Polres dan ke kejaksaan," geramnya. (01)
Baca Juga

13 Komentar
klo kayak gitu knp mesti di buat kelompok knp g langsung aja orang PU yg turun / masing2 anggota yg menerima bantuan.....agar mereka tau gimana sulit n repotnya jadi ketua apalagi ketua sampai g bisa kerja sedangkan anda enak2an diam di rumah n bekerja....adil g namanya......pemerintah hanya mencari keamanan sendiri sedang ketua tidak ada pengaman ke anggota.
BalasHapusKalau memang berat jadi pokmas kan bisa nolak... Pokmas juga digaji bukan kerja rodi....sy potongan biaya Atk wilyah ckra 500rb dan pajak tukang 500rb
BalasHapussaya sepakat dgn ketua pokmas karena saya tau persis mereka rela meninggalkan kerjaan utamanya demi menjalankan tugas mulia ini..namun perlu diketahui oleh semua pihak..ketika buat berita coba klarifikasi dulu antar kedua belah pihak dan yg menjadi responden juga harus jelas bukan malah menyembunyikan identitasnya..biar kalok tdk terbukti maka bisa di laporkn blik tuntuk.nnya jelas.begitu. memang org sasak ini ndk bisa berterimakasih munya di supin terus giliran kurng bagin ce.oohn dan celaanpun di lontarkn..
BalasHapusMaaf, kami telah turun beberapa kali namun stlah brita ini di muat alhmdllh pengurus pokmas yg di maksud di panggil oleh pihak desa dan mengembalikan uang yang di angkas, dan sy tadi juga di hubungi penerima bantuan yg di pangkas uangnya, mereka telah mengembalikan dan konten selanjutnya akan kami rilis nanti, dan terkait tokoh setempat yang tidak kami cantumkan, sangat wajar kami jaga dan rahasiakan namanya, karna itu kode etik kami selaku journalis, dan terkait brita ini sudah cukup kredibel, kadus sebagai nara sumber,, dan Alhmdlillah setlah brita ini di muat, bnyak warga yg angkat bicara terutama di wilayah lain, yg seyogyanya mengalami hal yang sama, itupun didasari dengan bukti yg kuat.dan trima kasih atas sarannya
HapusHampir 100% para pokmas dan pendamping itu nyatu.
BalasHapusMereka itu menjual proyek dengan har 2,500.000 per unit. Bahkan sampai 3.000.000 per unitnya. Para pokmas dan pasilitator kadus semuanya sama. Mereka itu sekongkokol, biang keroknya mereka" itulah sehingga pembangunan rumah tahan gempa itu terlambat.
BalasHapusBerita pungli dapat sampelnya dari beberapa aplikator yg mengaku per unit ia bayar 2,5 jt. Aampai 3 jt. Hasil inteljen inilah yg membenarkan bahwa para pokmas, kadus, pasilitator bermain. Berita di dapat di beberapa aplikator.
BalasHapusMereka itu menjual proyek dengan har 2,500.000 per unit. Bahkan sampai 3.000.000 per unitnya. Para pokmas dan pasilitator kadus semuanya sama. Mereka itu sekongkokol, biang keroknya mereka" itulah sehingga pembangunan rumah tahan gempa itu terlambat.
BalasHapusMereka itu menjual proyek dengan har 2,500.000 per unit. Bahkan sampai 3.000.000 per unitnya. Para pokmas dan pasilitator kadus semuanya sama. Mereka itu sekongkokol, biang keroknya mereka" itulah sehingga pembangunan rumah tahan gempa itu terlambat.
BalasHapusHampir 100% para pokmas dan pendamping itu nyatu.
BalasHapusHampir 100% para pokmas dan pendamping itu nyatu.
BalasHapusWadooooh kok gitu...
BalasHapusDi banyu irip juga tidak kalah heboh mereka tudak memotong banyak tapi maen diharga barang, mereka maen melebihi harga standar kab.lobar bisa dibayangkan 4 kaleng cat yang harga normalnya 65 dihargai 700 yang 4 kaleng dan nota tidak diperlihatkan.
BalasHapus