Lombok Barat, wartabumigora.com - Sosialisasi sentral tani dengan tajuk pembuatan Embung Wisata Tani yang di laksanakan oleh Yayasan Obor Tani, di Aula Kelompok Tani Dusun Pelah Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat NTB.
Kegiatan ini turut hadir, Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Bapeda Lombok Barat, Polres Lombok Barat, serta Polsek Lembar, dan sejumlah masyarakat Desa Mareje.
Rokymun, selaku penyuluh Yayasan Obor Tani menjelaskan, kegiatan sentral penyuluhan pertanian yang dilakukan di wilayah Mareje Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat NTB, ini memang sangat mendukung pasalnya dalam kegiatan sentral tani ini akan memberikan dampak yang sangat positif bagi para petani terutama di lahan pegunungan.
Dalam kegiatan Yayasan Obor Tani ini pihaknya akan membuat embung wisata, dan penanaman buah-buahan seperti, Klengkeng, Manggis, Durian, dan Mentoa, tujuannya adalah memberikan motivasi petani lahan kering, baik tata cara pengolahan sampai dengan pemasaran.
" Kita akan membuatkan embung wisata dengan kafasitas yang lumayan serta akan memberikan bimbingan terhadap kelompok tani serta masyarakat setempat, baik dengan penanaman buah- buahan bahkan selama 3 tahun kita akan mendampingi," ujarnya, kamis (23/5/2019).
Selain pertanian, pihaknya (Yayasan Obor Tani) juga akan membuat Embung wisata secara permanen dengan luas areal 2,5 Ha, dimana embung wisata tersebut nanti akan memberikan kunstribusi terhadap Desa Mareje Timur.
" Karna program ini hanya satu-satunya di NTB dan kita (Yayasan Obor Tani) bermitra dengan pihak BUMN (Pertamina) selaku penyandang dana, serta pihak pemerintah terutama Kehutanan yang memberikan kita ruang terhadap lokasi nya, dan khusus juga kepada pemerintah lombok barat terutama kades," lanjutnya.
Disamping itu Yayasan Obor Tani, merupakan program sentral bantuan murni (Hibah) kepada petani guna meningkatkan kapasitas serta sumber daya manusianya harus di tingkatkan.
" Kami hadir dalam rngka program CSR dari Pertamina, guna memberikan program investasi pertanian kepada masyarakat, dan insyallah selsai lebaran kita buat waduknya dan selesai waduk kita akan membuat program penanaman buah seluas 3 Ha. cetusnya.
Anto Suwanto selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Penyuluhan Kehutanan Provensi NTB, menjelaskan, lokasi areal tempat pembuatan embung wisata tersebut adalah tanah HKM, yang tidak boleh menjadi hak milik warga dan tentunya dari pihak kehutanan sendiri akan mendukung program Yayasan Obor Tani, ini guna meningkatkan kapasitas petani yang maju.
" Ya tentunya tidak boleh merubah atau merusak hutan dan tentunya kegiatan ini merupakan (Agroforesty) artinya sesuai dengan visi misi gubernur, dan terkait dengan penggunaan lahan ini juga nanti kita akan keluarkan Surat Keputusan SK untuk penggunaan lahan." imbuhnya.
Disamping itu juga, H. Adran Selaku kepala desa, sangat mendukung program Yayasan Obor Tani tersebut,
" Ini memang kedepan sentral pertanian terutama komoditi unggulan di Mareje timur adalah buah-buahan dan tentunya nanti kita akan kolaborasi dengan Bumdes dan kedepan dengan kerja samanya kita dengan yayasan obor tani ini akan memberi ruang bagi desa mareje timur terutama PAD desa. harapnya.(llu).


1 Komentar
Smoga berjalan baik dan memberikan dampak yg positif terhadap perekonomian para petani... Aamiin
BalasHapus