SPACE IKLAN

header ads

Berdampak Pada Karakter Murid, Guru SDN 1 Gerung Utara Dilatih IKM Menuju Mandiri Berbagi

Foto: Kabid GTK Ahmad Suja'i didampingi Pengawas SD dan kepala SDN 1 Gerung Utara Sabariah mengadakan pelatihan IKM menuju Mandiri Berbagi melibatkan para guru di sekolah tersebut. 

Oleh. ll
Rabu 14 Juni 2023.
Redaktur. BQ. Nining. 

LOMBOK BARAT, WartaBumigora -- SDN 1 Gerung Utara Lombok Barat mengadakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), melibatkan para guru di sekolah tersebut. Pelatihan IKM menuju Mandiri Berbagi yang diadakan Selasa (13/6) tersebut, bertujuan untuk menyiapkan para guru mengimplementasikan IKM berbasis Mandiri Berbagi, sebelum anak-anak mulai masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas nantinya. 

Pelatihan itu dibuka oleh Kabid GTK Dikbud Lobar, H Ahmad Suja’I, didampingi pengawas SD H.L.Sufirman, S.Pd.,Kepala SDN 1 Gerung Utara Sabariah, S.Pd.,dan Hj Erni Rohana  serta dihadiri para guru sebagai peserta dalam pelatihan tersebut. Usai membuka pelatihan itu, Kabid GTK  mengatakan, dalam IKM itu ada tiga pilihan yakni IKM mandiri belajar, mandiri berubah dan IKM mandiri berbagi. 

"Tinggal dipilih oleh sekolah mana yang mau dipakai sebagai kurikulum pembelajarannya. Dan kegiatan hari ini, ibu kepala sekolah SDN 1 Gerung Utara luar biasa mengadakan secara mandiri. Dan kami sangat mendukung penuh,"kata Suja'i. 

Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam upaya peningkatan kompetensi guru, sebab IKM sedang gencar dilaksanakan oleh kementerian. Dalam IKM ini, pihak sekolah mendaftar secara online. Pihaknya mendukung melalui kegiatan pendampingan coaching klinik bagi sekolah-sekolah. Sejauh ini di Lobar terdapat 400 sekolah lebih yang mendaftar, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP. Sehingga Lobar termasuk tertinggi kedua di NTB jumlah sekolah yang mendaftar. Pihaknya melibatkan juga pihak luar dalam pendampingan sekolah tersebut.

 "Setelah mendaftar, mereka (sekolah) memilih IKM mana yang mau diterapkan,"ujarnya. 

Ketika sekolah sudah mendaftar IKM, maka harus dipastikan bahwa guru-guru sudah memiliki akun belajar untuk membuka aplikasi PMM (platform merdeka mengajar). Kalau sudah masuk PMM, maka guru bisa berselancar mencari materi pelajaran baik video, pre tes dan lainnya. Menurutnya semua materinya lengkap. Dan itu terlihat dan dipantau oleh Kemendikbud. Karena itu bagi sekolah yang belum mendaftar IKM terus diimbau dan didorong untuk segera mendaftar. Sebab kata dia, banyak kelebihan diperoleh sekolah dalam pembelajaran. 

Namun diakui, penerapan IKM ini mengalami kendala guru yang gaptek dan kemauan guru untuk terus belajar. 

"Bagi guru yang gaptek beban, tapi pelan-pelan nanti terbiasa,"Imbuhnya. 

Kepsek SDN 1 Gerung Utara mengatakan, pihaknya sudah mendaftar dan menerapkan IKM secara mandiri sejak tahun 2021. Dimana pihaknya langsung mengambil implementasi kurikulum mandiri berubah. Keputusan itu bukan dari kepsek sendiri, namun dari para guru yang akan melaksanakannya. Apakah mereka siap atau tidak?. 

Pihaknya pun berupaya mengatasi kendala, baik itu guru gaptek dan membiasakan mereka melaksanakan IKM ini, sehingga itu pun berjalan lancar. Kelebihan IKM mandiri berubah yang dilaksanakan selama ini, jelas dia, semua buku dan pola mengajar berubah. Dan ada tambahan mapel wajib yakni bahasa Inggris dan aksara Arab. Yang paling penting aktualisasi anak, mulai dari kelas 1 berani tampil. Karena karakternya diubah dalam penerapan IKM mandiri berubah ini. Untuk selanjutnya,  dari hasil survey yang dilakukan dan mengacu standar Kemendikbud, pihak sekolah pun diminta melaksanakan IKM mandiri berbagi.

"Dari survey Kemendikbud, kami diminta untuk naik level ke IKM mandiri berbagi, sejajar dengan sekolah penggerak,"ujarnya. 

Karena itulah, untuk pelaksanaan IKM mandiri berbagi ini, pihaknya perlu mendaftar lagi. Dan itu pun sedang dalam proses. Termasuk pihaknya telah menyiapkan berbagai kelengkapan. 

Tinggal kata dia, kesiapan guru melaksanakan IKM mandiri berbagi ini. Sehingga pihaknya pun melaksanakan pelatihan bagi para guru tersebut. Mereka sudah membuat akun belajar dan masuk PMM. "Mereka sudah siap,"ujarnya. 

Pada IKM mandiri berbagi ini, terdapat tambahan kelas yakni kelas 2 dan 5. Sehingga jumlah kelas yang dilaksanakan IKM mandiri berbagi empat kelas, yang sebelumnya pada IKM mandiri berubah itu sebanyak 2 kelas yang disasar.

Menurutnya, beda pelaksanaan IKM mandiri ini dengan sekolah penggerak. Kalau mandiri, pihaknya melaksanakan sendiri menggunakan dana BOS.  Sedangkan sekolah penggerak mendapatkan bantuan dari pemerintah. 

"Kami kelola sendiri dengan sana BOS,"ujarnya.Meski melaksanakan secara mandiri, namun  pihaknya pun siap bersaing dengan sekolah penggerak yang dibantu pemerintah." Katanya. 

"Kami siap bersaing, dan kami hasil aktualisasi sudah kami laksanakan pentas seni siswa, sekaligus pelepasan anak yang lulus. Anak-anak berani tampil,"imbuhnya. 

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar