SPACE IKLAN

header ads

Prosesi Nyongkolan sebagai Tradisi Adat Khas Suku Sasak Lombok

Foto. Istimewa.

Selasa, 28 Mei 2024.
Oleh, Ihsan.
Editor, Baiq Nining.

𝓦𝓪𝓻𝓽𝓪𝗕𝗨𝗠𝗜𝗚𝗢𝗥𝗔.𝗜𝗗, LOMBOK TENGAH - Tradisi nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok kecimol atau disertai Gendang beleq pada kalangan masyarakat sasak

Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.

Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat di mana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki.

Sebagian peserta pada nyongkolan ini memakai baju adat yang bernama godek nongkek untuk pria dan lambung dan kebaya untuk perempuannya.

Pada masarakat  sasak urutan baris iring-iringan dan pakaian yang di pakainya memiliki aturan ciri khas dari adat budaya sasak.

Hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di pulau  Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya ini biasanya diadakan selepas dzuhur di akhir pekan. 

Apabila anda melakukan perjalanan antar kota di Lombok, maka bersiaplah untuk menghadapi kemacetan insidental akibat Nyongkolan yang dapat anda temui sepanjang jalan, apabila di akhir pekan tersebut biasanya banyak digelar pernikahan acara nyongkolan kali ini berasal dari desa puyung dusun bangket tengak menuju ke desa batujai dusun petak lombok tengah.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar