SPACE IKLAN

header ads

Sapi Asal Daerah Bima Ntb Banyak Berminat Untuk Qurban

 

Foto. Istimewa

Minggu, 26 Mei 2024
Oleh. Tm
Editor. Baiq Nining

𝓦𝓪𝓻𝓽𝓪𝗕𝗨𝗠𝗜𝗚𝗢𝗥𝗔.𝗜𝗗, 𝗧𝗔𝗡𝗚𝗘𝗥𝗔𝗡𝗚 - Menjelang hari raya Idul Adha 1445 hijriah jatuh pada tanggal, 17 Juni 2024, masyarakat Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sangat berminat sapi asal daerah Bima NTB untuk hewan Qurban 

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartabumigora.id, di salah satu pemilik Kandang sapi, Nasrullah, "Berlokasi, Citu Cilongok Sukamantri Jln. Raya Ps. Kamis, Kabupaten Tangerang, Banten 15560, Indonesia tersebut pada Jum'at (25/05/2024) Faktor yang membuat harga sapi Kurban masih stabil.

Sapi qurban sampai saat ini, harga jual tidak mengalami penurunan (stabil), Meskipun harga jual bervariasi sesuai kondisi besar kecil sapi, namun daya beli masyarakat hari ini terbilang berkurang.

Alhamdulillah jumlah sapi sebanyak 200 ekor, tergabung dengan teman teman, sekarang sudah laku berkisar sekitar 60%, daya beli masih stabil dibandingkan tahun lalu.

Namun kemungkinan juga karena perayaan Idul adha masih beberapa minggu lagi, jadi masyarakat belum membeli hewan untuk berqurban,” katanya.

Lanjut, saat ini harga jual sapi qurban berkisar antara dari Rp 18 – 30 juta perekor tergantung ukuran,” kalau harga jual masih sama dengan tahun lalu, tidak ada kenaikan maupun penurunan, namun memang masih sedikit yang membeli sapi qurban,” ujarnya.

“Semoga saja H-7 sampai H-1 nanti daya minat pembeli dari masyarakat kembali naik,” harapnya.

Dilokalisi yang berbeda, salah satu pemilik Kandang, jiburrahman,  berlokasi, Jln. Dewi Sartika AMD Manunggal desa Lebak Wangi Sepatan Timur RT.07 RW.06 Tangerang Banten, mengharapkan sapi asal daerah Bima ke daerah Jabodetabek sesuai kebutuhan.

"Sekarang sapi sampai hari ini masih jalan, walaupun tiap kandang se-jabodetabek kuata sapi turun drastis, cuman masalahnya banyak petani sapi buka kandang baru, jangan sampai sapi dilelang seperti kejadian di tahun kemarin.

Saya ingatkan kepada pemerintah agar kuata berdasarkan kebutuhan masing masing daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi berapa, jangan sampai sapi numpuk, 

"Setelah saya evaluasi ini maksimal yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten Bima melalui propinsi NTB hanya 13.000 ekor jangan diatas itu,

Kalaupun ada kuata 16.300 ekor biarlah untuk Kalimantan Banjarmasin, balikpapan, daerah daerah lainlah kwartir kejadian seperti tahun kemarin sapi dilelang," ujarnya.

"Pesan saya sama teman teman, dan masukan lebih baik ketat prinsipnya, jangan keluarkan sapi dari kandang, hati hati kalau memang belum lunas, kalaupu ada sapi keluar dari kandang itu ada bentuk tanggungjawab kepala kandang," tegasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar