WARTABUMIGORA.ID, BIMA, - Pembangunan Ruangan Kelas Baru (RKB), dan Ruangan Guru SMA Negeri 1 Parado jln. Lintas Tente-parado, Kecamatan Parado Kabupaten Bima NTB, yang menggunakan anggaran kurang lebih Rp.2,9 M dari APBD 2024, sehingga 2025 belum dapat digunakan. Sejumlah Proyek yang ada melaksanakan berhenti di tengah jalan, dengan kondisi yang jauh dari harapan.
Pantauan media ini di lokasi, Selasa (26/08-2025), pekerjaan pembangunan yang seharusnya selesai sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) ini baru mencakup pemasangan dinding, sementara itu plafon, lantai, pintu, jendela, dan berbagai kelengkapan lainnya belum terpasang. Meskipun anggaran yang dialokasikan terbilang besar, hasil pekerjaan tidak sesuai dengan ekspektasi.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parado, Nuryadin, S.Pd, mengatakan, Aktifitas belajar mengajar siswa terbengkalai karena kami memiliki 9 Ruangan belajar, terpaksa kami membagi 2 ship, yaitu; 5 Ruangan Kelas ship pagi, dan 4 Ruangan Kelas terpaksa ship sore.
" Karena pelaksanaan pembangunan Ruangan kelas baru, dan Ruangan guru mangkrak," katanya.
Lanjutnya, pihak sekolah berharap, agar pihak berwenang turun tangan proses pembangunan DAK fisik SMA Negeri 1 Parado, dapat segera diselesaikan secepat cepatnya.
" Sehingga diterima manfaat oleh seluruh Akademisi, dan seluruh siswa didik serta mendukung kegiatan belajar mengajar," harapnya.
Drs. Kaharuddin, memaparkan kalau pembangunan SMA Negeri 1 Parado, dana DAK 2024 untuk diketahui saya selaku Ketua Komite mempertanyakan salah satu pelaksana proyek untuk mengerjakan pembangunan ini, sampai sekarang belum tuntas baru beberapa porsen saja.
" Kendala utama tidak ada Baja ringan, dan besi, Itulah menyebabkan mangkrak pembangunan sekolah," katanya.
Lanjutnya, yang menyediakan pengadaan barang, Baja ringan, besi, genteng, semen, dan semuanya di tender oleh BPK Propinsi, terus di tenderkan lagi kepada pelaksana proyek.
"Yang jadi masalah Kenapa belum selesai gedung sekolah ini, oleh karena itu Baja ringan, besi belum datang sampai sekarang bukan kesalahan pelaksanaan proyek." cetusnya.
BPK Propinsi saja sudah dua kali mereka datang tidak selesaikan juga, Inspektorat juga mereka datang belum selesai juga.
" Harapan saya kepada pihak terkait Dikbud Propinsi maupun Gubernur NTB yang langsung menaungi permasalahan ini segera dituntaskan pembangunan sekolah SMA Negeri 1 Parado," tutup dia.


0 Komentar