SPACE IKLAN

header ads

Industri Kreatif Menjadi Bagian Pendorong Ekonomi Global

Foto. Istimewa.

LAPORAN: LAILA.
MINGGU, 21 September 2025.

WARTABUMIGORA.ID|MATARAM - Festival Permainan Rakyat (Perak) 2025 mendapat apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal pada hari Sabtu, 20 September 2025.

Apresiasi tersebut Ia sampaikan saat membuka acara Festival Permainan Rakyat di Auditoriaun UIN Mataram, Miq Iqbal sapaan akrabnya mengatakan begitu banyak Industri Kreatif yang melahirkan produk-produk baru memiliki nilai ekonomi sehingga menjadi pendorong keuangan global.

“Kita harus memberikan ruang kepada anak muda kita untuk menghasilkan produk budaya baru. Saya melihat Ada antusiasme ekonomi kreatif yang terus berkembang di Nusa Tenggara Barat” ujarnya.

Dijelaskan Mamiq Iqbal, Industri Kreatif telah berperan dalam memberikan sumbangsih GDP Global sekitar 3,2 persen, dengan serapan 6,5 persen tenaga kerja.

Tidak hanya itu, Festival Permainan Rakyat ini dikatakannya menjadi momentum bagi anak muda untuk mengingat kembali Olahraga berbasis masyarakat yang tentunya memiliki keunikan masing-masing.

Sementara itu, Ketua DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi NTB Yeyen Seprian Rachmat menyampaikan bahwa, Festival Perak lahir dari keprihatinan terhadap punahnya permainan rakyat yang sarat nilai luhur. Digitalisasi, katanya, bukanlah lawan, tetapi mitra untuk melestarikan sekaligus memperluas dampak permainan rakyat.

“Permainan rakyat bisa hadir kembali, tidak hanya dalam bentuk pertunjukan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif. Local is the new luxury. Target kami ke depan bukan hanya Perak NTB, tapi Perak Nusantara, menghadirkan permainan rakyat dari 38 provinsi,” tegasnya.

Dirinya menambahkan bahwa misi utama Festival Perak adalah menjadikan budaya lokal sebagai inspirasi ekonomi kreatif di era digital.

“Digital bukan musuh, justru mitra. Kami ingin agar permainan tradisional bisa tampil di layar gadget, menjadi viral, dan menginspirasi lahirnya start-up budaya. Kehadiran Gubernur NTB menjadi tanda bahwa pemerintah daerah benar-benar peduli terhadap warisan budaya kita,” ujarnya.

Festival ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan permainan rakyat sebagai identitas budaya NTB, sekaligus inspirasi untuk melahirkan produk kebudayaan baru yang relevan di era digital.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar