WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK TENGAH – Suasana haru dan duka menyelimuti Warga Dusun Kelana, Desa Sepakek, Kabupaten Lombok Tengah, setelah kabar meninggalnya seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal dusun tersebut, Muhani, tersebar di tengah masyarakat.
Tangis keluarga pecah ketika jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 19.31 WITA. Kedatangan jenazah langsung disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang sudah menunggu sejak sore. Warga sekitar pun berdatangan silih berganti untuk memberikan doa serta dukungan moral kepada keluarga yang tengah berduka.
Kepala Dusun Kelana, Suparlan, mengatakan Muhani selama ini bekerja sebagai TKW secara legal di Malaysia dan telah merantau selama kurang lebih empat tahun.
“Almarhumah bekerja menjadi TKW di Malaysia sekitar empat tahun. Rencananya tahun depan beliau ingin pulang untuk berkumpul kembali dengan keluarga di kampung,” ujar Suparlan saat dimintai keterangan, Selasa (10/3/2026).
Di mata warga, Muhani dikenal sebagai sosok ibu yang pekerja keras dan penuh pengorbanan. Keputusannya merantau jauh ke negeri orang dilakukan demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga yang ditinggalkannya di kampung halaman.
Namun takdir berkata lain. Kepergian Muhani meninggalkan luka yang begitu dalam bagi keluarga, terlebih bagi dua anaknya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian seorang ibu.
Suasana haru tak terhindarkan di rumah duka ketika warga melihat kedua anak almarhumah yang kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ibu tercinta.
Bagi masyarakat Dusun Kelana, Muhani bukan sekadar pekerja migran. Ia dikenal sebagai ibu pejuang yang rela meninggalkan kampung halaman, keluarga, dan anak-anaknya demi masa depan yang lebih baik.
" Rencananya, jenazah almarhumah akan dimakamkan pada Selasa malam di pemakaman umum Dusun Kelana, Desa Sepakek, setelah pelaksanaan salat tarawih." cetusnya.
Kepergian Muhani menjadi pengingat betapa besar pengorbanan para pekerja migran yang harus meninggalkan keluarga demi mencari nafkah. Di balik harapan untuk kehidupan yang lebih baik, sering kali tersimpan kisah pilu yang menyisakan duka bagi orang-orang tercinta di kampung halaman.
“Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” tutup Suparlan.

0 Komentar