SPACE IKLAN

header ads

Miris! SDN Inpres Doro O'o Layak Diperbaiki dan Kekurangan Ruang Belajar

Foto. Istimewa.

LAPORAN: IPUL
SENIN, 22 September 2025.

WARTABUMIGORA.ID|BIMA - Kebutuhan sarana dan prasarana untuk kegiatan pembelajaran sangat dibutuhkan sehingga tidak bisa ditunda demi menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Seperti yang dibutuhkan oleh SDN Inpres Doro O'o yang terletak di desa Doro O'o jln lintas Tente Simpasai-Waworada kecamatan Langgudu Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), sekolah ini didirikan 01 Oktober 1965.

Pantauan langsung media ini di lokasi, Senin (22/09-2025), kondisi sekolah tersebut sangat memprihatikan karena kekurangan ruang kelas untuk kebutuhan kegiatan belajar mengajar siswa-siswi yang sekarang ini dengan kekurangan ruang kelas yang dibutuhkan sebanyak dua kelas lagi, dan Ruangan perpustakaan.

Kondisi Bangunan sekolah juga dapat dilihat dari banyaknya flapon di ruangan tersebut yang sudah tidak layak pakai lagi serta beberapa bagian atap mengalami rusak parah karena termakan usia, sehingga membahayakan keselamatan siswa-siswi dan guru, terutama saat musim hujan. 

Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi Siswa-Siswi  justru tampak tidak layak pakai.

"Tembok bangunan juga mengalami keretakan dan pengikisan, yang semakin memperburuk kondisi sekolah.

Kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kualitas pembelajaran bagi para siswa-siswi yang memerlukan ruangan belajar yang layak. 

Kekurangan ruang kelas untuk kebutuhan kegiatan belajar mengajar siswa-siswi yang sekarang ini, dan Ketidaklayakan infrastruktur ini juga mencerminkan kurangnya perhatian terhadap dinas terkait, seharusnya menjadi prioritas.

Kepala Sekolah SDN Inpres Doro O'o, Dirman, S.Pd, menjelaskan bahwa kebutuhan untuk penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat mendesak, karena fasilitas rombel masih kurang, dan juga bangunan sekolah tidak layak pakai, maka dari itu kepada dinas terkait khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bima, maupun Bupati Bima,  dan Wakil Bupati Bima dapat diperhatikan.

Menurutnya, kekurangan ruangan kelas tentunya akan berpengaruh pada siswa-siswi kelas 1 , dan kelas 2 harus berdempetan saat pembelajaran. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan RKB sebanyak dua ruang bahkan proses untuk antisipasi terlalu padat dalam satu ruang.

“Kami berharap mendapatkan tambahan dua ruangan kelas agar bisa terealisasikan di tahun 2025 ini," ucapnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar