WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT -Akses transportasi menjadi kebutuhan vital masyarakat, baik jalur darat, laut, maupun udara. Di Lombok, jalur laut lintasan Lembar–Padangbai memegang peranan penting, tidak hanya untuk mobilitas warga antarprovinsi, tetapi juga sebagai jalur utama wisata dan ekonomi.
General Manager Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Lembar, Agus Djoko Trianto, menegaskan mekanisme bisnis penyeberangan sangat bergantung pada regulasi pemerintah pusat. “Tarif penyeberangan ini tidak bisa ditentukan operator. Semua ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, berdasarkan usulan asosiasi yang direview kembali sebelum ditetapkan,” ujar Agus saat ditemui RRI di ruangannya, Selasa (16/9/2025).
Agus menyebut, saat ini terdapat 24 kapal dengan 12 operator yang beroperasi di lintasan Lembar–Padangbai. Semua wajib menaati tarif yang telah disahkan kementerian. Bahkan, untuk memberikan diskon atau penyesuaian harga, operator harus mengajukan ke kementerian terlebih dahulu.
Karena tarif tidak bisa diubah seenaknya, ASDP lebih menitikberatkan pada peningkatan fasilitas dan kenyamanan penumpang. Mulai dari ruangan ber-AC, kursi nyaman, hingga fasilitas tatami yang membuat penumpang betah di perjalanan.
Yang bisa kami berikan adalah layanan terbaik,” tegas Agus.
Tak hanya fokus pada jalur komersial, ASDP juga menjalankan penugasan pemerintah ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Agus mencontohkan pengalamannya di Maluku Tenggara, ketika harus melayani lintasan perbatasan dengan kapal khusus penugasan.
“Itu bentuk komitmen ASDP dalam menjaga konektivitas nasional,” katanya.
Agus menambahkan, integrasi transportasi antarmoda menjadi harapan besar ke depan. Kolaborasi kapal feri dengan transportasi darat seperti Damri atau taksi online dinilai penting untuk memperlancar akses warga hingga ke bandara maupun pelabuhan lain.
“Kami sangat mendukung sistem angkutan multimoda, agar layanan masyarakat lebih optimal,” jelasnya.
Setiap tahun, lintasan Lembar–Padangbai menghadapi lonjakan besar penumpang saat Lebaran, libur panjang, Natal, Tahun Baru, hingga perhelatan MotoGP Mandalika. Untuk itu, ASDP menyiapkan tiga skenario layanan: normal, padat, dan sangat padat, demi memastikan kelancaran arus transportasi.
Prinsipnya, kami hadir untuk mendukung aksesibilitas masyarakat, pariwisata, dan ekonomi Lombok,” tutup Agus.

0 Komentar