SPACE IKLAN

header ads

Tak Perlu Nunggu Kapal Penuh, Wisata ke Gili Kini Lebih Lancar

Foto. Istimewa.

LAPORAN: DAVID.
KAMIS, 6 November 2025.

WARTABUMIGORA.ID |LOMBOK UTARA – Wisata ke Gili Trawangan, Meno, dan Air kini makin lancar. Koperasi Karya Bahari (KKB) Bangsal menerapkan sistem keberangkatan kapal setiap 30 menit sekali, langkah baru yang membuat perjalanan laut menuju kawasan wisata unggulan Lombok Utara jadi lebih tertib, cepat, dan nyaman.

Ketua Koperasi Karya Bahari, H. Sabarudin, menjelaskan bahwa sistem penjadwalan ini dibuat untuk mengatasi antrean panjang yang kerap terjadi di dermaga serta membantu wisatawan merencanakan waktu keberangkatan mereka dengan lebih efisien.

 “Sekarang penumpang bisa atur jadwal dari rumah. Tidak perlu menunggu kapal penuh, setiap 30 menit kapal tetap berangkat, meski hanya terisi 10 atau 20 orang,” ujar Sabarudin, Rabu (5/11/2025).

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari para penumpang, baik pekerja maupun wisatawan. Raden Dedi, karyawan hotel di Gili Trawangan, merasa terbantu dengan sistem baru tersebut.

“Kami yang kerja di Gili jadi tidak takut telat lagi. Kapal berangkat sesuai jadwal,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Reni, wisatawan asal Mataram.

“Sekarang lebih fleksibel, bisa siap-siap dari rumah tanpa tergesa-gesa. Di dermaga juga tidak menunggu terlalu lama,” katanya.

Tak hanya mempermudah wisatawan, sistem ini juga berdampak positif pada ekonomi lokal. Pedagang kecil di Pelabuhan Bangsal mengaku dagangan mereka ikut meningkat karena calon penumpang kini punya waktu menunggu yang lebih pasti.

 “Alhamdulillah, kapal berangkat tiap 30 menit bikin pelabuhan lebih ramai. Sambil nunggu, banyak penumpang beli es dan makanan. Terima kasih Karya Bahari,” ujar Yusron, penjual es di sekitar pelabuhan.

Selain itu, Koperasi Karya Bahari juga menerapkan subsidi silang antar anggota agar kebijakan ini tidak merugikan operator kapal mana pun. Pola ini menjaga asas keadilan sekaligus mencegah overload penumpang yang berisiko terhadap keselamatan.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Dende Dewi Tresni Budi Astuti, menyambut baik inovasi ini.

 “Langkah KKB ini sangat kami apresiasi. Ini bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan transportasi wisata yang profesional dan nyaman. Kami harap pola ini juga diterapkan di pelabuhan Gili lainnya,” ujarnya.

Mulai 1 November 2025, sistem ini sudah diuji coba, termasuk pemisahan antara kapal penumpang dan kapal barang demi kenyamanan dan keselamatan.

Dengan ritme keberangkatan yang teratur, Koperasi Karya Bahari membuktikan bahwa pelayanan publik bisa efisien, adil, dan berdampak langsung bagi masyarakat, baik di laut, di darat, maupun di sektor wisata.


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar