SPACE IKLAN

header ads

Optimisme PAD KLU Menguat, DPRD Naikkan Target 2026 Jadi Rp370 Miliar

Foto. Istimewa.

Laporan: David
Sabtu, 31 Januari 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK UTARA – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) menetapkan kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026 menjadi Rp370 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan target PAD tahun 2025 yang sebesar Rp341 miliar, seiring besarnya potensi daerah, khususnya dari sektor pariwisata.

Wakil Ketua DPRD KLU, Hakamah, mengatakan kenaikan target PAD didasarkan pada tren positif pertumbuhan ekonomi daerah, terutama kontribusi sektor pariwisata di kawasan wisata unggulan Tiga Gili yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan daerah.

“Potensi daerah kita sangat besar, khususnya di sektor pariwisata Tiga Gili. Kawasan ini masih menjadi penyumbang utama PAD Lombok Utara,” ujar Hakamah, Senin (12/01/2026).

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, meningkatnya mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) yang keluar-masuk wilayah Lombok Utara menjadi peluang besar untuk mendongkrak pendapatan daerah. Lonjakan kunjungan, terutama pada akhir tahun, menunjukkan geliat pariwisata yang terus tumbuh.

“Pada akhir tahun, kunjungan wisatawan sangat tinggi. Bukan hanya di Tiga Gili, destinasi wisata di wilayah daratan Lombok Utara juga semakin ramai dikunjungi,” jelasnya.

Bahkan, menurut Hakamah, jika dikelola secara maksimal, potensi PAD Lombok Utara sebenarnya dapat mencapai hingga Rp700 miliar. Namun, realisasi potensi tersebut masih terkendala oleh keterbatasan fasilitas serta sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya optimal, terutama dalam pemanfaatan teknologi.

Ia mencontohkan, sistem masuk ke kawasan wisata Tiga Gili ke depan perlu didukung teknologi digital seperti e-ticketing atau e-tol, agar penerimaan pendapatan lebih terkontrol dan potensi kebocoran dapat ditekan. Saat ini, masih terdapat banyak pintu masuk yang belum terkelola secara maksimal.

“Ini menjadi bahan evaluasi penting, tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga sektor-sektor potensial lainnya,” tegasnya.

Karena itu, Hakamah berharap ke depan pengelolaan pintu masuk kawasan wisata Tiga Gili dapat dilakukan secara lebih profesional dan terintegrasi. Dengan pengelolaan yang baik, potensi pendapatan daerah diyakini dapat meningkat secara signifikan.

“Jika pengelolaan sudah optimal, kita akan lebih percaya diri untuk menetapkan target PAD yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU, Tri Darma Sudiana, membenarkan adanya kenaikan target PAD tahun 2026 tersebut. Ia mengaku optimistis target yang ditetapkan dapat tercapai, bahkan berpotensi terlampaui.

“Pada tahun 2025, target PAD yang dikelola Bapenda sebesar lebih dari Rp200 miliar. Alhamdulillah, realisasinya mencapai lebih dari 120 persen,” ungkap Tri Darma.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar