WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK UTARA,-Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah dalam Program Jubah (Jumat Bedah Rumah) di Dusun Semokan, Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan, Jumat (30/01/2026).
Program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki hunian yang layak.
Program Jubah kali ini menyasar seorang warga Dusun Semokan, yakni Butimah, yang dinilai memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan. Pembangunan rumah tersebut didukung pendanaan sekitar Rp20 juta yang bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Eka Jaya Fast Ferry.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Bapprida Kabupaten Lombok Utara Ir. Hermanto, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Faturrahman, S.ST., Kepala Dinas Kominfo Hairul Anwar, S.Kom., Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budi Astuti, S.E., M.M., Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Bambang Gunawan, Camat Bayan Johansyah, S.Pd., para Wakil Ketua BAZNAS KLU, Kepala Desa Batu Rakit Rismana, perwakilan PT Eka Jaya Fast Ferry, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Eka Jaya Fast Ferry yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Program Jubah. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berasal dari partisipasi dan kepedulian berbagai pihak.
“Program Jubah ini tidak didanai dari APBD, melainkan secara sukarela,”ujar Najmul.
Ia juga mengajak masyarakat Lombok Utara yang memiliki penghasilan tinggi, serta pihak swasta yang mempunyai program CSR, untuk turut berdonasi demi membantu warga kurang mampu di daerah tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat dan dunia usaha merupakan bentuk kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
Di hadapan para tamu undangan, Najmul mengungkapkan bahwa masih banyak rumah warga di Kabupaten Lombok Utara yang belum dibangun kembali pascagempa bumi. Melalui Program Jubah, pemerintah daerah berupaya melakukan pembangunan secara bertahap meskipun dengan keterbatasan anggaran.
“Walaupun dengan anggaran yang minim, ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Insyaallah, rumah yang dibangun melalui Program Jubah akan dilengkapi fasilitas dasar seperti dapur dan kamar mandi, meski dalam bentuk sederhana,” kata Najmul.
Sementara itu, Kepala Bapprida KLU Ir. Hermanto dalam laporannya menyampaikan bahwa Program Jubah merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara. Hingga saat ini, jumlah usulan lokasi penerima bantuan Program Jubah tercatat sebanyak 92 lokasi.
Rinciannya, 18 lokasi berada di Kecamatan Pemenang, 29 lokasi di Kecamatan Tanjung, 26 lokasi di Kecamatan Gangga, 3 lokasi di Kecamatan Kayangan, dan 16 lokasi di Kecamatan Bayan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 unit rumah telah berhasil direalisasikan.
“Pembangunan rumah Program Jubah yang telah terealisasi didukung oleh berbagai sumber dana, antara lain BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi NTB, BAZNAS KLU, PDAM, serta pihak-pihak lainnya,” ujar Hermanto.
Melalui Program Jubah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu secara berkelanjutan.

0 Komentar