WARTABUMIGORA.ID|MATARAM, NTB – Penangkapan seorang pria berinisial MK (32) di Gang Jalan Gunung Batur, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Jumat dini hari (30/1/2026), membuka kembali dugaan aktivitas peredaran narkotika skala kecil yang diduga masih aktif di kawasan padat penduduk Kota Mataram.
MK diamankan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram sekitar pukul 00.15 WITA, saat melintas di gang sempit yang dikenal sebagai jalur keluar-masuk warga. Dari hasil penggeledahan badan yang disaksikan aparat lingkungan setempat, petugas menemukan empat klip sabu dengan total berat 1,11 gram yang disimpan di saku celana terduga.
Meski jumlah barang bukti tergolong kecil, penangkapan ini dinilai signifikan. Pasalnya, waktu dan lokasi penangkapan menimbulkan dugaan kuat bahwa sabu tersebut tidak sekadar untuk konsumsi pribadi, melainkan berpotensi terkait aktivitas peredaran di tingkat lingkungan.
Indikasi tersebut diperkuat dengan langkah cepat polisi yang langsung melakukan penggeledahan lanjutan di rumah MK, tak jauh dari lokasi penangkapan. Penggeledahan dilakukan untuk memastikan tidak adanya barang bukti lain, sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH., MH., membenarkan pengungkapan tersebut dan menyebut kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang selama ini resah terhadap dugaan aktivitas narkotika di wilayah tersebut.
“Informasi awal kami terima dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, tim bergerak dan mengamankan satu orang beserta barang bukti sabu seberat 1,11 gram,” ujarnya kepada media.
Menurut AKP Bagus Suputra, penyidik saat ini masih mendalami peran MK, termasuk menelusuri asal-usul barang haram tersebut, pola perolehan, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan pengedar di Kota Mataram.
“Kami dalami apakah yang bersangkutan hanya sebagai pengguna atau memiliki peran lain. Tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika di wilayah ini,” tegasnya.
Sumber internal kepolisian menyebutkan, kawasan Dasan Agung dan sekitarnya kerap menjadi perhatian aparat karena tingginya mobilitas warga dan akses gang sempit yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur transaksi cepat narkotika.

0 Komentar