WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK TENGAH – Sekitar 3.500 bikers dari berbagai komunitas sepeda motor memadati gelaran Bhayangkara Riding Day 2026 yang berlangsung dari eks Bandara Selaparang menuju Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Ribuan kendaraan roda dua tampak memenuhi jalur touring, menjadikan kegiatan ini salah satu event bikers terbesar di NTB tahun ini.
Namun, di balik kemeriahan konvoi, Polres Lombok Tengah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer komunitas atau hobi berkendara. Bhayangkara Riding Day 2026 menjadi momentum serius untuk mengingatkan para pengendara bahwa keselamatan berlalu lintas tidak bisa lagi dianggap sepele.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Operasi Keselamatan Rinjani 2026, yang menitikberatkan pada kampanye tertib berlalu lintas dan safety riding di kalangan riders.
Selain touring, kegiatan ini juga membawa misi sosial dengan penggalangan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera dan Lombok.
Ribuan peserta yang berasal dari berbagai daerah, komunitas motor, organisasi otomotif hingga masyarakat umum tampak mengikuti iring-iringan dengan tertib. Konvoi panjang yang penuh atribut komunitas ini menjadi simbol solidaritas, namun juga menjadi pengingat bahwa pengguna jalan harus tetap disiplin dan tidak menjadikan touring sebagai alasan mengabaikan aturan.
Acara semakin ramai setelah selebgram Sintia Mariska hadir menyapa para peserta. Kehadirannya turut menyedot perhatian, sekaligus menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif yang mengedepankan kepedulian sosial.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K, menegaskan bahwa Bhayangkara Riding Day harus menjadi ruang edukasi bagi komunitas motor agar tidak hanya kuat di solidaritas, tetapi juga disiplin dalam keselamatan berkendara.
“Bhayangkara Riding Day 2026 bukan hanya tentang hobi dan kebersamaan, tetapi juga tentang kepedulian. Melalui kegiatan ini kita mengajak seluruh komunitas untuk bersama-sama membantu saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera dan Lombok,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Namun Kapolres juga mengingatkan bahwa kegiatan komunitas motor tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus berdampak nyata, termasuk membangun budaya tertib lalu lintas yang selama ini masih menjadi persoalan serius.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh komunitas bikers yang hadir. Tapi kami juga menegaskan, kegiatan seperti ini harus menjadi contoh bagi masyarakat. Touring bukan alasan untuk ugal-ugalan. Keselamatan adalah hal utama,” ujarnya.
Polres Lombok Tengah menilai, komunitas motor memiliki peran besar dalam membentuk budaya berkendara yang lebih beradab. Jika komunitas menjadi pelopor keselamatan, maka angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya dapat ditekan.
Bhayangkara Riding Day 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata yang memperkuat hubungan Polri, komunitas motor, dan masyarakat dalam membangun solidaritas sosial sekaligus menegakkan disiplin keselamatan berkendara.

0 Komentar