WARTABUMIGORA.ID | BIMA – Proyek pengaspalan jalan yang bersumber dari Bantuan Aspirasi DPRD Provinsi NTB oleh Fraksi Golkar atas nama Lila Ramadhan Sukandy Tahun Anggaran 2025 di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, menuai sorotan publik. Pasalnya, jalan yang baru beberapa bulan rampung dikerjakan itu kini telah menunjukkan kerusakan, dengan lapisan aspal mengelupas di sejumlah titik.
Kondisi tersebut memantik pertanyaan warga terkait kualitas pekerjaan proyek yang didanai Pemerintah Provinsi NTB. Harapan awal agar pengaspalan mampu memperlancar mobilitas dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat setempat kini berbalik menjadi kekecewaan.
Kerusakan paling mencolok tampak di depan KUD, tepat di area perempatan. Sejumlah titik bahkan telah dilakukan penambalan. Namun, tambalan tersebut dinilai tidak menyatu dengan lapisan aspal sebelumnya. Di beberapa bagian, bekas tambalan terlihat kontras dan kembali mengalami kerusakan.
Seorang warga setempat berinisial KL (35) mengatakan, persoalan utama bukan pada penambalan, melainkan kualitas pengerjaan awal proyek.
“Tambalan itu bukan masalah utama. Yang jadi pertanyaan, kok jalan yang baru dikerjakan sekitar satu bulan sudah rusak lagi. Seperti apa pengerjaannya,” ujar KL.
Menurut warga, kerusakan dini pada hampir seluruh badan jalan dinilai tidak wajar untuk proyek peningkatan kapasitas struktur jalan dengan nilai anggaran yang cukup besar. Warga pun meminta pemerintah terkait turun langsung ke lokasi untuk meninjau hasil pekerjaan tersebut.
Mereka berharap, dengan peninjauan lapangan, pemerintah dapat mengevaluasi kualitas pekerjaan sekaligus memastikan fungsi pengawasan teknis berjalan optimal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut merupakan pekerjaan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bima dengan pagu anggaran sebesar Rp1,5 miliar.
Selain meminta instansi teknis turun tangan, warga juga mendorong Bupati Bima untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk mencocokkan pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian, warga berharap ada tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait maupun penyedia jasa belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi jalan yang rusak meski baru dikerjakan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

0 Komentar