SPACE IKLAN

header ads

FORKA Loteng Mengamuk: Kadus Prako Diduga Dikiminalisasi, Siap Kepung Polres Loteng dengan 1.800 Massa!

Foto. Istimewa.

Laporan: Zaenudin
Selasa, 10 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH – Forum Kadus dan Kaling (FORKA) Lombok Tengah, Lalu Welly, meledak marah dan menyatakan perang terbuka terhadap dugaan kriminalisasi yang menimpa salah satu Kepala Dusun (Kadus) di Desa Prako, Kecamatan Janapria. Ia menilai kasus tersebut bukan sekadar persoalan hukum biasa, melainkan bentuk pembungkaman dan upaya menjatuhkan aparatur desa dengan tuduhan yang dinilai mengada-ada.

Menurutnya, Kadus bernama Rois kini dilaporkan ke Polres Lombok Tengah oleh oknum tertentu, atas tuduhan yang ditegaskan tidak pernah dilakukan. Lalu Welly menyebut langkah ini sebagai tindakan keji yang berpotensi merusak marwah aparatur desa dan mencoreng wajah penegakan hukum.

Kasus ini merupakan buntut konflik panjang yang dipicu oleh keputusan Kepala Desa Prako yang memberhentikan empat Kadus dan satu staf desa secara sepihak tanpa kejelasan prosedur. Hingga kini, persoalan itu tak kunjung diselesaikan, bahkan justru melebar menjadi persoalan hukum yang memicu gejolak di masyarakat.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda Desa Prako telah dua kali turun aksi, termasuk menyegel Kantor Desa Prako pada Senin (09/02/2026). Namun aksi tersebut tidak digubris secara serius dan terkesan dianggap remeh oleh pihak terkait.

Tak lama setelah penyegelan kantor desa itu, Rois menerima pemberitahuan laporan yang kini menyeretnya ke ranah hukum. Kondisi ini membuat FORKA Lombok Tengah geram dan menilai ada permainan kotor yang sengaja dilakukan untuk menekan pihak-pihak yang kritis.

“Saya tegaskan! Kalau ada satu Kadus atau Kaling yang dikriminalisasi dengan tuduhan yang tidak pernah dia lakukan, saya yang paling depan membela!” bentak Lalu Welly.

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras yang mengguncang publik, bahwa dirinya siap menghadapi penjara jika Rois sampai ditahan.

“Kalau sampai dia dipenjara karena tuduhan yang tidak jelas ini, saya siap dipenjara juga! Ini bukan soal Rois saja, ini soal harga diri aparatur desa se-Lombok Tengah! Allahuakbar!” tegasnya lantang.

Lalu Welly kemudian menginstruksikan seluruh Kadus dan Kaling se-Lombok Tengah untuk bersatu, turun langsung, dan mengawal Rois saat menjalani pemeriksaan di Polres Lombok Tengah. Ia menegaskan, FORKA tidak akan membiarkan proses hukum berjalan sepihak dan penuh kejanggalan.

“Kita harus kawal! Jangan sampai ada rekayasa, jangan sampai ada permainan. Kalau hukum dijadikan alat balas dendam, ini bahaya besar!” katanya.

Tak hanya itu, FORKA Lombok Tengah juga mengeluarkan ultimatum keras kepada pihak kepolisian. Jika kasus tersebut berujung pada penahanan Rois, maka FORKA siap mengerahkan gelombang massa besar-besaran.

“Kalau kasus ini berlanjut sampai penahanan, kami siap kerahkan massa sekitar 1.800 orang! Kami akan kepung Polres Lombok Tengah dan kami siap menginap di sana!” tegas Sekjen FORKA Lombok Tengah.

Pernyataan keras ini menjadi sinyal bahwa konflik Desa Prako kini telah memasuki fase panas dan berpotensi meledak menjadi gerakan besar apabila tidak ditangani secara adil, terbuka, dan profesional.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar