WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TIMUR – LIDI Foundation resmi memperkenalkan Muh. Ibnu Ardi, S.S. sebagai Sekretaris yang baru. Sosok pendidik dan aktivis organisasi ini dinilai membawa semangat baru dalam penguatan kerja-kerja advokasi dan pemberdayaan disabilitas.
Muh. Ibnu Ardi lahir di Lenek Lauk pada tahun 1986. Ia merupakan anak keempat dari enam bersaudara, putra pasangan H. Andul Hamid dan Hj. Rabiatul Adawiyah. Sejak lahir, Ibnu menyandang disabilitas akibat polio. Namun kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berprestasi.
Dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan mentalnya. Sejak kecil, Ibnu telah aktif bergelut di dunia seni. Keterlibatannya dalam kegiatan seni dan literasi membentuk kepercayaan diri sekaligus ketahanan mentalnya. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten berkarya, khususnya dalam dunia kepenulisan dan puisi.
Kariernya di dunia pendidikan dimulai pada 2010 sebagai guru honorer di MA NW Lenek Lauk. Selama hampir sembilan tahun mengabdi, ia tetap menunjukkan dedikasi tinggi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan. Pada 2019, perjuangannya membuahkan hasil ketika ia resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Penugasan pertamanya sebagai PNS adalah di MTs Negeri 1 Lombok Tengah, tempat ia bertugas hingga 2023. Selanjutnya, ia dipindahkan ke MTs Negeri 2 Lombok Timur dan mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia serta dipercaya sebagai pembina ekstrakurikuler jurnalistik. Peran tersebut sejalan dengan minat dan kompetensinya di bidang literasi.
Di luar tugas sebagai pendidik, Ibnu juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua PK KNPI Kecamatan Lenek. Terbaru, ia terpilih sebagai Koordinator Divisi Sosial, Ekonomi, dan Keuangan PCNW Kecamatan Lenek untuk periode 2026–2031.
Ketua LIDI Foundation menyampaikan bahwa penunjukan Ibnu sebagai Sekretaris merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperdalam perspektif inklusi dalam setiap program.
“Pengalaman hidup dan pengabdian beliau di dunia pendidikan serta organisasi menjadi modal penting bagi LIDI dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas,” ujar perwakilan LIDI Foundation.
Dengan latar belakang sebagai penyandang disabilitas yang berhasil menembus berbagai ruang kepemimpinan, Muh. Ibnu Ardi diharapkan mampu memperkuat peran LIDI Foundation dalam mendorong kebijakan dan praktik inklusif, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

0 Komentar