WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK BARAT – Setelah lama dibiarkan terbengkalai dan menjadi beban anggaran, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akhirnya mengambil langkah tegas dengan mendaftarkan 146 unit kendaraan dinas (randis) ke KPKNL Mataram untuk segera dilelang.
Ratusan kendaraan roda empat dan roda tiga tersebut diketahui sudah tidak lagi digunakan dalam operasional pemerintahan. Bahkan sebagian besar dalam kondisi rusak berat, namun tetap memakan biaya perawatan dan penyimpanan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Barat, Yeni Septia Ekawati, mengakui pihaknya sebenarnya sudah lama ingin melelang randis tersebut, namun prosesnya tersendat karena harus melibatkan KPKNL sebagai pendamping resmi.
“Dari tahun kemarin kami sudah ingin lelang. Tapi sampai hari ini masih menunggu KPKNL supaya semuanya bisa selesai terlaksana,” tegas Yeni, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, langkah lelang ini bukan hanya penertiban aset, tetapi juga bentuk penyelamatan keuangan daerah. Sebab kendaraan yang rusak berat hanya menjadi beban APBD, karena biaya perawatan terus berjalan meskipun kendaraan sudah tidak produktif.
“Kalau randis yang rusak berat dibiarkan, itu hanya jadi beban. Biaya perawatannya tinggi, tapi tidak memberi manfaat,” ujarnya.
Yeni menyebutkan, total kendaraan yang sudah didaftarkan mencapai 146 unit, terdiri dari 33 unit roda empat, 52 unit roda tiga, serta sejumlah aset lainnya yang sudah masuk kategori serat atau limbah padat.
Namun hingga kini, jadwal pelaksanaan lelang belum juga ditetapkan karena masih menunggu keputusan KPKNL.
“Kapan dilelangnya tergantung KPKNL. Mereka yang menentukan jadwal. Tapi dari koordinasi, dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kendaraan tersebut sebenarnya sudah lama terkumpul, bahkan sejak tahun lalu. Namun lelang terpaksa tertunda karena pihak KPKNL belum siap mendampingi proses pelelangan.
“Barangnya sudah ada sejak tahun kemarin. Dari kita sudah siap. Saya juga sudah ingin cepat supaya kendaraan ini tidak terus mangkrak kesana kemari,” cetusnya.
Yeni memastikan lelang akan dilakukan secara terbuka sesuai prosedur, dan seluruh hasil penjualan akan masuk ke kas daerah.
“Hasil dana lelang nanti semuanya disetorkan ke kas daerah,” pungkasnya.

0 Komentar