WARTABUMIGORA.ID | LOMBOK BARAT – Sidang Rizka Mengguncang, Brigadir Esco Dibantai di Dalam Rumah hingga Tewas Mengenaskan.
Sidang kasus penganiayaan brutal yang menewaskan Brigadir Esco kembali bergulir dan menyita perhatian publik. Terdakwa utama, Rizka, kembali duduk di kursi pesakitan dalam perkara yang dinilai sebagai aksi kekerasan sadis dan tidak berperikemanusiaan.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di Dusun Nyiur Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Dalam persidangan, terungkap bagaimana Brigadir Esco menjadi korban serangan bertubi-tubi yang dilakukan secara kejam, tanpa ampun, bahkan saat korban sudah tidak berdaya.
Kronologi Kekerasan: Korban Dihajar, Ditendang, hingga Ditikam Berkali-kali
Berdasarkan fakta yang terungkap, kejadian bermula pada malam hari saat Rizka pulang dan mendapati Brigadir Esco telah berada di rumah. Situasi diduga langsung memanas hingga Rizka tersulut emosi.
Namun yang terjadi bukan sekadar pertengkaran. Rizka diduga langsung menyerang korban secara brutal dengan menginjak bagian ulu hati Brigadir Esco hingga korban terjatuh menghantam lantai.
Setelah korban tersungkur, Rizka diduga melanjutkan aksi penganiayaan dengan menendang pinggang kiri korban serta memukul wajah korban berkali-kali dengan kekuatan penuh.
Belum cukup sampai di situ, Rizka kemudian mengambil gunting dan menikam kaki kiri korban sebanyak tiga kali. Aksi ini menunjukkan serangan dilakukan bukan spontan, melainkan sudah masuk ke tahap kekerasan mematikan.
Lebih sadis lagi, saat korban dalam kondisi lemah bahkan tertidur, Rizka kembali menusuk betis kanan korban serta telapak kaki kanan korban.
Dalam kondisi korban yang terus melemah, Rizka kembali mencoba menusuk wajah korban sebanyak tiga kali. Brigadir Esco sempat menghindar, namun tusukan tetap mengenai telinga kiri korban.
Tidak puas, Rizka kembali menusuk telinga kanan korban dan menghantam bagian belakang kepala korban. Serangan tersebut membuat korban mengalami luka parah dan kehilangan banyak darah.
Korban Tewas Mengenaskan
Akibat penganiayaan brutal tersebut, kondisi Brigadir Esco terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Fakta ini membuat publik geram karena tindakan yang dilakukan terdakwa bukan sekadar penganiayaan, melainkan kekerasan sadis yang mengarah pada pembunuhan.
Kematian Brigadir Esco disebut terjadi setelah korban mengalami luka-luka serius di beberapa bagian tubuh, mulai dari ulu hati, pinggang, kaki, betis, telapak kaki, telinga hingga kepala bagian belakang.
Terdakwa Lain Ikut Disorot
Dalam persidangan, nama terdakwa lain juga ikut mencuat. Rizka disebut sempat berkumpul setelah kejadian bersama Nuraini, Saiun, Paozi, dan Dani. Fakta ini menimbulkan dugaan adanya keterlibatan pihak lain dalam rangkaian kasus tersebut.
Majelis hakim menegaskan bahwa sidang akan terus berlanjut untuk membongkar secara terang motif, peran para terdakwa, serta rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Brigadir Esco.
Publik Menanti Hukuman Berat
Kasus ini menjadi sorotan luas karena korban merupakan anggota kepolisian dan kekerasan yang dilakukan tergolong ekstrem serta dilakukan secara berulang-ulang. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum agar pelaku mendapatkan hukuman maksimal setimpal dengan perbuatannya.
Sidang lanjutan dijadwalkan kembali digelar dengan agenda pembuktian lanjutan dan pemeriksaan saksi-saksi kunci.

0 Komentar