SPACE IKLAN

header ads

Sosialisasi Dana Haji 2026, BPKH dan DPR RI Dorong Umat Tak Ragu Daftar Haji

Foto. Istimewa.

Laporan: Deny
Sabtu, 14 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID|MATARAM – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar sosialisasi pengelolaan keuangan haji tahun 2026 bersama Anggota DPR RI Dr. H. Nanang Samodra dari Fraksi Partai Demokrat. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, penyelenggara haji, akademisi, serta tokoh masyarakat, dan berlangsung di Gedung Teater Kampus Universitas Al-Azhar Mataram, Jumat (13/2/2026).

Dalam sosialisasi tersebut, Nanang Samodra menegaskan komitmen BPKH dalam menjaga transparansi dan keamanan pengelolaan dana haji. Ia menyampaikan bahwa seluruh aktivitas bisnis dan investasi BPKH dilakukan dengan prinsip kehati-hatian (prudent) demi melindungi aset para jemaah.

“BPKH dalam menjalankan aktivitas bisnisnya penuh dengan pertimbangan dan kehati-hatian,” jelas Nanang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan diri agar mendapatkan porsi haji. Meski antrean keberangkatan masih panjang, Nanang menilai pendaftaran sejak dini penting dilakukan karena pembaruan manajemen pengelolaan haji ke depan diyakini dapat memperbaiki sistem antrean.

“Umat jangan ragu untuk setor haji. Persoalan kapan pemberangkatan itu adalah hal lain yang sudah ditentukan Allah,” terangnya.

Tekankan Likuiditas dan Pengawasan Ketat

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Dr. Fathurrahman, menekankan pentingnya manajemen likuiditas dalam pengelolaan dana abadi umat. Menurutnya, kesiapan dana menjadi kunci utama agar pelayanan ibadah haji dapat berjalan optimal setiap tahunnya.

“BPKH harus menjaga likuiditas dana yang dimiliki. Dana tersebut harus selalu tersedia saat dibutuhkan, baik untuk operasional jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang,” ujar Dr. Fathurrahman.

Ia juga menegaskan bahwa akuntabilitas menjadi prinsip utama BPKH, termasuk penerapan standar pemeriksaan ketat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan dana umat dikelola secara amanah.

“Segala aspek pengelolaan bisnis sangat diperhatikan oleh BPKH sehingga betul-betul amanah dalam menjalankan dana umat,” ungkapnya.

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Daftar Haji

Selain membahas aspek teknis keuangan, sosialisasi ini juga menyentuh sisi spiritual calon jemaah. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melakukan setoran awal haji, meskipun masa tunggu keberangkatan cukup panjang.

Dengan penguatan transparansi, pengawasan ketat, serta prinsip kehati-hatian dalam investasi, BPKH optimistis mampu terus meningkatkan kepercayaan publik dalam mengawal dana haji demi pelayanan ibadah yang lebih baik bagi umat Islam Indonesia.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar