WARTABUMIGORA.ID|BIMA – Warga Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak dibuat geger. Pasalnya, tanah dan batu yang diduga mengandung emas ditemukan di wilayah pegunungan desa setempat.
Kabar itu langsung menyebar cepat dan memicu euforia warga. Tanpa menunggu lama, masyarakat dari berbagai desa mulai berdatangan, bahkan rela menempuh jarak jauh demi ikut berburu “harta karun” yang dipercaya tersimpan di balik tumpukan tanah dan bebatuan.
“Ditemukan sekitar satu minggu lalu,” ujar Sekretaris Desa Tonda, Ibnu Abbas, Senin (9/2/2026).
Ibnu mengungkapkan material tanah dan batu tersebut ditemukan di lahan milik warga bernama Ruslan dan Misbah. Lokasinya berada di bagian timur Desa Tonda, sekitar 1 kilometer dari pusat desa, tepat di kawasan perbukitan.
“Lokasinya di gunung. Tapi lahannya sudah mengantongi Sertifikat Hak Milik (SHM),” tegasnya.
Sejak penemuan itu, kawasan tersebut berubah seperti lokasi tambang dadakan. Warga datang membawa peralatan seadanya, melakukan penggalian secara manual, lalu mendulang material yang diambil dengan harapan menemukan serpihan emas.
Fenomena ini membuat suasana desa mendadak ramai. Jalan menuju lokasi penemuan pun tak pernah sepi oleh warga yang hilir mudik membawa karung berisi batu dan tanah.
Menariknya, meski lokasi diserbu warga, aktivitas tersebut masih berlangsung tanpa konflik. Pemilik lahan disebut tidak melarang bahkan tidak menarik pungutan sedikit pun.
“Warga dari Tonda dan desa lain datang sendiri mengambil batu dan tanah di lokasi. Tanpa ada larangan ataupun pungutan. Pemilik lahan tak melarangnya,” jelas Ibnu.
Ia menambahkan, lahan tersebut memang sedang kosong karena musim hujan sehingga tidak ditanami jagung seperti biasanya. Kondisi itulah yang membuat pemilik lahan memilih membiarkan warga menggali.
Namun, situasi ini dikhawatirkan dapat memicu persoalan baru apabila tidak segera mendapat perhatian serius. Selain potensi kerusakan lingkungan, aktivitas penggalian tanpa izin juga bisa memicu konflik kepemilikan di kemudian hari.
Warga kini berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan kebenaran kandungan emas tersebut serta mencegah aktivitas tambang liar meluas tanpa pengawasan.

0 Komentar