WARTABUMIGORA.ID | BIMA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1608/Bima resmi digelar dan langsung menyasar lima desa di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, yakni Desa Sondo, Desa Waro, Desa Tangga Baru, Desa Tolouwi, dan Desa Tolotangga.
Program ini menjadi langkah nyata untuk mempercepat pembangunan desa yang selama ini masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan sosial masyarakat.
Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., selaku Dansatgas TMMD ke-127 menegaskan bahwa kegiatan TMMD merupakan bentuk kerja konkret, bukan sekadar program seremonial. TMMD dirancang menyeluruh, mulai dari pembangunan jalan, fasilitas umum, hingga sarana pendukung aktivitas masyarakat.
Selain itu, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, ketertiban dan keamanan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat desa juga menjadi prioritas utama.
“TMMD ke-127 ini adalah bukti nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, tidak boleh ada yang setengah-setengah,” tegas Letkol Samuel.
Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-127 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk kegiatan fisik maupun nonfisik.
Ia juga meminta masyarakat di lima desa sasaran tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut turun langsung mendukung pelaksanaan program agar hasilnya benar-benar terasa dan tidak sia-sia.
“TMMD bukan hanya tanggung jawab TNI. Ini kerja bersama. Kalau masyarakat tidak terlibat aktif, maka program sebesar ini tidak akan maksimal. Partisipasi warga adalah kunci,” tegas Wakil Bupati.
Dengan dukungan anggaran, koordinasi pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat, TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima di Kecamatan Monta diharapkan menjadi momentum percepatan pembangunan desa yang benar-benar berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bima.

0 Komentar