WARTABUMIGORA.ID | DOMPU – Aksi pemblokiran jalan terjadi di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/2/2026).
Warga menutup akses jalan utama desa sebagai bentuk protes terhadap persoalan yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.
Sejumlah warga terlihat memadati badan jalan sejak pagi hari. Mereka memasang kayu, batu, serta material lainnya di tengah jalan sehingga arus lalu lintas dari dan menuju Desa Doro Peti lumpuh total.
Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memutar arah atau menunggu hingga situasi kembali kondusif.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap persoalan yang dinilai berlarut-larut tanpa solusi jelas.
“Kami hanya ingin didengar. Sudah beberapa kali disampaikan, tapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Pemblokiran jalan sempat memicu antrean kendaraan cukup panjang. Aktivitas masyarakat terganggu, termasuk distribusi barang dan mobilitas warga yang hendak bekerja maupun bersekolah.
Aparat dari Polsek Pekat bersama anggota Koramil setempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengupayakan mediasi dengan perwakilan warga. Kapolsek Pekat menyampaikan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Aspirasi silakan disampaikan dengan cara yang baik,” tegasnya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi bermula dari keresahan sejumlah warga terkait persoalan yang dinilai belum mendapatkan kejelasan penyelesaian.
Sejak beberapa waktu terakhir, warga mengaku telah berupaya menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait, namun belum memperoleh tanggapan yang memuaskan.
Pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WITA, puluhan warga mulai berkumpul di ruas jalan utama desa.
Mereka kemudian menutup akses jalan dengan memasang kayu, batu, serta material lainnya di badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju wilayah Kecamatan Pekat terganggu total.
Sekitar pukul 09.30 WITA, aparat kepolisian bersama unsur TNI dan perangkat desa tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengajak warga berdialog.
Situasi sempat memanas karena warga bersikeras menuntut kejelasan dan kehadiran pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Setelah dilakukan mediasi cukup intens, perwakilan warga akhirnya bersedia membuka ruang dialog resmi dengan aparat dan pemerintah desa. Sekitar siang hari, akses jalan dibuka secara bertahap setelah ada kesepakatan untuk menindaklanjuti tuntutan warga melalui pertemuan lanjutan.
Hingga kini, situasi di Desa Doro Peti dilaporkan berangsur kondusif. Aparat masih bersiaga untuk memastikan keamanan tetap terjaga, sementara warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait agar persoalan yang memicu aksi tersebut segera mendapatkan solusi.

0 Komentar