WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TIMUR- Sejumlah relawan di SPPG Jero Gunung, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, mengaku merasa tidak nyaman saat menjalankan aktivitas di dapur MBG Esa Jero Gunung.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sikap tiga oknum SPPI yang menjabat sebagai KSPPG, accounting, dan ahli gizi dinilai kerap membuat suasana kerja tidak kondusif.
“Memang benar, kami para relawan merasa tidak nyaman bekerja. Mereka sering menggunakan kata-kata kasar dan berlagak seperti boss di dapur,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sebagian relawan merasa tertekan saat menjalankan tugas sehari-hari.
“Semua jadi tidak nyaman, seperti bekerja di bawah tekanan. Harusnya kan saling menghargai,” lanjutnya.
Keluhan ini juga disampaikan kepada pemerhati relawan MBG yang turut angkat bicara. Ia meminta agar pihak Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah tegas.
“Sebagai abdi BGN, seharusnya mereka bekerja dengan ramah, sopan, dan menghargai relawan. Kalau tidak bisa menyesuaikan diri, lebih baik dimutasi atau bahkan diberhentikan,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan petugas yang tidak mampu menjaga etika dan komunikasi justru menjadi beban bagi relawan dan mengganggu kinerja pelayanan gizi di SPPG.
“Lebih baik diisi oleh orang yang paham etika, adab, dan bisa berbaur dengan lingkungan. Jangan sampai pelayanan terganggu hanya karena sikap oknum,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Namun masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh agar kondisi kerja di SPPG kembali kondusif.

0 Komentar