WARTABUMIGORA.ID| Kantor Desa Ndano yang berada di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), disegel oleh sejumlah warga akibat polemik internal pemerintahan desa yang belum menemukan penyelesaian.
Penyegelan dilakukan warga dengan memasang tanda penutupan di pintu utama kantor desa sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan masyarakat serta mengganggu jalannya pemerintahan desa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut berlangsung pada pagi hari ketika warga bersama tokoh masyarakat mendatangi kantor desa secara bersama-sama. Mereka menuntut adanya transparansi dan penyelesaian terhadap sejumlah persoalan administrasi dan pelayanan publik di tingkat desa.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa penyegelan dilakukan sebagai bentuk tekanan moral agar pemerintah desa segera memberikan kejelasan atas berbagai keluhan masyarakat.
“Kami hanya ingin masalah ini segera diselesaikan secara terbuka dan tidak berlarut-larut,” ujarnya. Senin (2/3/2026).
Akibat penyegelan tersebut, aktivitas pelayanan publik di Kantor Desa Ndano sempat terhenti. Warga yang hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan maupun kebutuhan pelayanan lainnya terpaksa menunda keperluan mereka.
Menanggapi situasi tersebut, pihak Pemerintah Kecamatan Madapangga bersama aparat keamanan turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi antara pemerintah desa dan perwakilan masyarakat. Upaya dialog dilakukan guna meredam ketegangan serta mencari solusi terbaik agar pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar konflik tidak berkepanjangan dan tidak berdampak pada pelayanan masyarakat di Desa Ndano.
Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi masih berlangsung dan status penyegelan kantor desa masih menunggu hasil kesepakatan antara pihak pemerintah desa dan perwakilan warga.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, permasalahan bermula dari keluhan masyarakat terkait pengelolaan pemerintahan desa yang dinilai kurang transparan, terutama dalam hal administrasi dan pelayanan kepada warga.
Keluhan tersebut sebelumnya telah beberapa kali disampaikan masyarakat kepada pemerintah desa melalui pertemuan informal dan komunikasi langsung dengan aparat desa. Namun, warga menilai belum ada penyelesaian yang jelas sehingga memicu kekecewaan.

0 Komentar