WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT- Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Penangke, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Rabu (6/5/2026). Seorang balita laki-laki bernama Ghazi Dwi Pradipta (1 tahun 3 bulan) ditemukan meninggal dunia setelah diduga hanyut di saluran Daerah Irigasi Sesaot.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang dari rumah sekitar pukul 08.00 Wita. Keluarga yang panik langsung melakukan pencarian bersama warga di sekitar lingkungan rumah, termasuk menyisir area jembatan, aliran sungai, hingga bendungan irigasi.
Sekitar pukul 10.00 Wita, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung terlentang di saluran irigasi oleh seorang warga bernama I Made Sudarta. Tanpa ragu, saksi langsung turun ke aliran air untuk mengevakuasi korban sambil meminta bantuan warga lainnya.
Suasana haru pun pecah di lokasi penemuan. Warga yang berdatangan membantu mengevakuasi jasad balita tersebut ke pinggir saluran sebelum dipindahkan ke berugak menggunakan alas mukenah.
Tangis histeris keluarga tak terbendung saat ibu korban tiba di lokasi. Ia bahkan sempat pingsan setelah melihat kondisi anaknya yang sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Narmada, AKP I Kadek Ariawan, S.H., mengatakan pihaknya bergerak cepat usai menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu informasi kami terima, personel langsung menuju TKP untuk membantu penanganan serta mengumpulkan keterangan di lapangan,” ujarnya.
Petugas medis dari Puskesmas Suranadi yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka terbuka di bagian dahi sepanjang kurang lebih 5 sentimeter, luka gores pada kelopak mata kiri, serta luka gores di pipi kanan.
Polisi bersama tim Inafis Polresta Mataram kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian.
“Kami telah melakukan olah TKP, memintai keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait proses lebih lanjut,” tambah Kapolsek.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat saluran air, sungai, maupun lokasi berisiko lainnya.

0 Komentar