WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Lapas Kelas IIA Lombok Barat melaksanakan panen perdana tanaman edamame yang dibudidayakan oleh warga binaan di lahan seluas 0,9 hektare, Rabu (03/06). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya bersifat teoritis, tetapi mampu menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya di bidang ketahanan pangan.
Panen dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kerja bidang pertanian. Dari lahan yang dikelola tersebut, Lapas Lombok Barat menargetkan hasil panen mencapai 2 hingga 3 ton edamame.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimker dan PHK) Lapas Kelas IIA Lombok Barat, I Putu Ganesha, mengatakan bahwa budidaya edamame merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui kegiatan yang memiliki nilai manfaat dan peluang usaha.
“Lahan edamame yang kami kelola memiliki luas sekitar 0,9 hektare. Panen dilakukan secara bertahap karena tingkat kematangan tanaman berbeda-beda. Untuk keseluruhan lahan, kami menargetkan hasil panen berkisar antara 2 hingga 3 ton,” ujar Ganesha.
Menurutnya, seluruh proses budidaya mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen dilakukan oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas. Selain memberikan keterampilan praktis, program ini juga menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyebut panen perdana tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.
“Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kami laksanakan berjalan secara nyata dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Ini juga menjadi bukti dukungan Lapas Lombok Barat terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas melalui pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” kata Fadli.
Ia optimistis edamame hasil budidaya warga binaan mampu menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pemasaran hasil panen.
“Kami siap berkolaborasi dengan pihak ketiga agar hasil panen ini dapat terserap pasar secara optimal. Harapannya, program pembinaan kemandirian terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan maupun masyarakat,” pungkasnya.

0 Komentar