SPACE IKLAN

header ads

Lombok Utara Bergerak, Wujudkan Pusat Peradaban Kurma Pertama di Indonesia

Foto. Istimewa.

Laporan: David
Senin, 8 Juni 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK UTARA -Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memantabkan tekad dan langkah untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai pusat peradaban kurma di Indonesia. Komitmen itu ditandai dengan pembentukan Tim Percepatan Peradaban Kurma Indonesia dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah unsur pemerintah, swasta, akademisi, hingga komunitas masyarakat.

Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi Bupati Lombok Utara pada 2 Februari lalu terkait cita-cita menjadikan KLU sebagai daerah peradaban kurma Indonesia.

Sekretaris Tim Percepatan yang juga Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah KLU, Nasli, mengatakan rapat yang digelar menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi dan komitmen seluruh pihak terkait.

“Pertemuan hari ini merupakan pertemuan awal untuk menyatukan persepsi, komitmen, dan langkah bersama dalam rangka mewujudkan apa yang telah dideklarasikan oleh Pak Bupati,” ujarnya, Senin (08/06/2026).

Menurut Nasli, tim percepatan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta unsur swasta dan lembaga pendukung lainnya, seperti Akuatun Nusantara, PT Tani Makmur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Baznas, hingga Aliansi Masyarakat Adat.

Dia menjelaskan, pembahasan dalam rapat masih bersifat umum dan akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis yang lebih rinci. Nantinya, tim akan menyusun pembagian tugas, kerangka acuan kerja, target capaian, hingga timeline pelaksanaan program.

“Ke depan akan dibahas lebih teknis lagi, siapa berbuat apa, langkah konkret seperti apa, termasuk target dan goal yang ingin dicapai,” katanya.

Terkait anggaran, Nasli menyebut hingga saat ini belum ada alokasi khusus. Namun, pembentukan tim diharapkan dapat mendorong OPD teknis menyusun program-program pendukung sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Belum ada anggaran khusus. Justru tim ini dibentuk agar OPD dapat mulai merencanakan kegiatan yang mendukung terwujudnya daerah peradaban kurma,” jelasnya.

Sementara, Tim Ahli BRIN, Prof. Ahmad Suryadi menegaskan pihaknya akan mendukung melalui penyediaan data dan kajian ilmiah berbasis riset untuk memastikan kesiapan KLU menjadi pusat peradaban kurma Indonesia.

Menurutnya, berbagai aspek mulai dari potensi lahan, karakteristik komoditas kurma, hingga kesiapan masyarakat akan dianalisis secara mendalam.

“Kami menyediakan data dan informasi berbasis scientific basis untuk melihat potensi Lombok Utara sebagai pusat peradaban kurma Indonesia,” ujarnya.

Prof. Ahmad menyebut komoditas kurma masih tergolong baru di Indonesia sehingga belum banyak kajian detail yang dilakukan. Karena itu, KLU dinilai berpeluang menjadi daerah rujukan nasional dalam pengembangan kurma.

“Nanti KLU akan menjadi referensi pusat perkembangan atau pusat peradaban kurma di Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, konsep pengembangan tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga diarahkan pada penguatan agrowisata berbasis kurma dan wisata religi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam target yang disusun pemerintah daerah, cikal bakal pusat peradaban kurma diharapkan mulai terwujud dalam lima tahun ke depan melalui penyiapan infrastruktur dan kesiapan masyarakat secara bertahap.

Di sisi lain, Praktisi sekaligus pelopor kurma Ukhuwah Datu Nusantara, Arif Munandar atau yang akrab disapa Waq Dolah mengaku haru dan lega atas terbentuknya tim percepatan tersebut.

Waq Dolah menilai perjuangan panjang untuk membumikan tanaman kurma di Lombok Utara kini mulai menemukan titik terang dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan berbagai pihak.

“Hari ini saya merasa lega sekali. Ikhtiar panjang membumikan tanaman kurma di Lombok Utara dan NTB akhirnya sampai pada pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Waq Dolah, keterlibatan banyak pihak menjadi bukti kuat bahwa pembangunan peradaban kurma di Lombok Utara bukan lagi sekadar wacana.

“Semua pihak sudah gotong royong mewujudkan ini. Insyaallah jadi Kabupaten Peradaban Kurma Dunia,” tutupnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar