WARTABUMIGORA.ID|MATARAM- Sebanyak 368 peserta didik terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Ajang Talenta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Kompetisi yang menjadi wadah pencarian bibit unggul di bidang akademik, olahraga, seni, dan debat itu resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) NTB, Dr. Syamsul Hadi, di Mataram, Jumat (3/7/2026).
Para peserta merupakan siswa yang telah lolos seleksi di tingkat kabupaten/kota dan akan bersaing dalam empat cabang, yakni Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Sains Nasional (OSN), serta Lomba Debat Indonesia (LDI). Ajang ini menjadi tahapan penting untuk menjaring wakil NTB yang akan berlaga di tingkat nasional sekaligus mengembangkan potensi dan karakter peserta didik.
Ketua Panitia Ajang Talenta Puspresnas Tingkat Provinsi NTB, Maad Adnan, mengatakan seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik yang telah melalui proses seleksi di daerah masing-masing.
" Dari total 368 peserta, sebanyak 160 siswa mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), 98 siswa mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), 50 siswa mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan 60 siswa mengikuti Lomba Debat Indonesia (LDI)." Ujarnya, Juma'at, (3/7/2026).
Selain itu juga, Syamsul Hadi, Ajang Talenta Puspresnas bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara, melainkan menjadi instrumen strategis dalam mengidentifikasi sekaligus mengembangkan potensi peserta didik sesuai bakat, minat, dan kompetensi yang dimiliki. Melalui ajang tersebut, pemerintah berharap lahir generasi muda NTB yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
"Ajang ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan terbaiknya. Yang terpenting bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga membangun mental, karakter, dan semangat berprestasi yang akan menjadi bekal di masa depan," ujar Syamsul.
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Ajang Talenta Puspresnas. Nilai-nilai seperti kejujuran, sportivitas, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama diharapkan tumbuh selama proses kompetisi berlangsung.
"Semangat pantang menyerah ini sangat sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang sedang kita gaungkan," tegasnya.
Lebih jauh, Dinas Dikpora NTB menjadikan Ajang Talenta Puspresnas sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaring dan membina talenta-talenta unggul Bumi Gora melalui sistem Manajemen Talenta Murid. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan terstruktur, peserta terbaik akan dipersiapkan untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Dengan terselenggaranya Ajang Talenta Puspresnas 2026, Pemerintah Provinsi NTB berharap budaya berprestasi semakin tumbuh di seluruh satuan pendidikan. Kompetisi ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, olahraga, seni, dan debat, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu membawa nama NTB semakin diperhitungkan di kancah nasional maupun dunia.

0 Komentar