WARTABUMIGORA.ID|MATARAM- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), serta Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamzar sukses menggelar Wisuda Bersama Ke-XIII di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Senin (24/8/2026).
Sebanyak 460 lulusan dari program studi S1 Ilmu Keperawatan, S1 Pendidikan Bidan, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan S1 Perbankan Syariah resmi dilantik pada prosesi kelulusan periode kedua tahun 2026 ini.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat, Drs. H. Hazmi Hamzar, SH., MH., mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Maraqitta’limat.
"Alhamdulillah, ini wisuda kedua kita di tahun 2026 setelah periode Januari lalu. Respon masyarakat sangat baik, terutama dengan adanya program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang membantu para tenaga kesehatan dan guru honorer melakukan penyetaraan kualifikasi ke jenjang S1," ujar Hazmi Hamzar saat diwawancarai usai acara.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Hazmi menekankan pentingnya peran alumni di tengah masyarakat. Ia mendorong para lulusan agar tidak hanya berfokus mencari pekerjaan, tetapi berani membuka lapangan kerja baru sesuai keahliannya.
"Sesuai arahan LLDIKTI, kita berharap lulusan tidak hanya melamar pekerjaan. Lulusan PAUD misalnya, bisa mendirikan layanan PAUD atau kelompok belajar mandiri di desanya. Begitu juga lulusan perawat dan bidan yang telah lulus uji kompetensi nasional, mereka bisa membuka praktik mandiri atau berwirausaha di bidang kesehatan," jelas anggota DPRD NTB tersebut.
Yayasan juga memberikan ruang bagi alumni yang ingin mengabdi di jaringan lembaga pendidikan Maraqitta’limat yang tersebar di berbagai wilayah.
Seiring dengan meningkatnya minat mahasiswa baru dari berbagai daerah—termasuk Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, Sumbawa, hingga Bima—pihak yayasan terus melakukan pembenahan fasilitas dan peningkatan mutu SDM.
"Saat ini kami sedang mengejar pembangunan gedung baru untuk penambahan ruang kelas yang ditargetkan rampung dan bisa digunakan pada Desember mendatang," ungkap Hazmi.
Selain sarana fisik, Yayasan Maraqitta’limat juga secara konsisten menguliahkan para dosen ke jenjang S3 (Doktor) serta menyekolahkan para kepala sekolah di lingkungan yayasan ke jenjang S2 (Magister). Langkah strategis ini disiapkan untuk memenuhi persyaratan pembentukan program pascasarjana (S2) di masa mendatang.
"Kami juga memperluas kerja sama (MoU) dengan pemerintah daerah serta berbagai rumah sakit di NTB seperti RSUP NTB, RS Kota Mataram, hingga RSUD di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat—guna menunjang praktik klinik dan pendidikan profesi mahasiswa. Sinergi dengan Pemda dan asosiasi profesi ini terus kita jaga demi kemudahan para lulusan," pungkasnya.

0 Komentar