WARTABUMIGORA.ID | BIMA - Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Rumah Dinning Santi, Kota Bima, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas program dalam mendukung implementasi ILP sebagai bagian dari Transformasi Layanan Primer.
Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan lintas program Dinas Kesehatan, perangkat daerah terkait, Camat Bolo, pemerintah desa dari tiga desa lokus pilot project ILP di Kecamatan Bolo, Kepala Puskesmas Bolo, serta perwakilan masing-masing klaster layanan ILP Puskesmas Bolo.
Dalam sambutannya, Hj. Nurul Wahyuti menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Integrasi Layanan Primer tidak dapat dicapai hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Implementasi ILP tidak dapat dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, puskesmas, kader, serta masyarakat agar pelayanan kesehatan primer semakin berkualitas, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi di tingkat desa sesuai arah kebijakan Kementerian Kesehatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh kelompok sasaran sepanjang siklus hidup.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ashadi Husen, SKM., M.HKes, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi, memperjelas peran masing-masing pihak, serta memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendukung implementasi ILP di tingkat puskesmas dan desa.
"Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama lintas program dan lintas sektor dalam mendukung penerapan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Bima. Sinergi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang terpadu, berkualitas, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Dalam rakor tersebut, peserta juga menerima pemaparan materi dari narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Dr. Djuwaidin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDES). Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya dukungan pemerintah desa dalam memperkuat kelembagaan Posyandu sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan implementasi Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Bima.
Melalui rakor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat guna mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

0 Komentar