SPACE IKLAN

header ads

Operasi SAR KMP Putri Yasmin Resmi Ditutup, Empat Korban Masih Hilang

Foto. Istimewa.

Laporan: Zul
Rabu, 19 Agustus 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok resmi ditutup pada hari kedelapan, Rabu (19/8/2026). Penutupan dilakukan setelah operasi diperpanjang selama satu hari.

Selama delapan hari pencarian, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 212 orang. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara empat korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur SAR dari berbagai instansi. Penyisiran mencakup wilayah perairan Selat Lombok, Bali, hingga diperluas ke perairan selatan Pulau Jawa.

Dari udara, pencarian melibatkan helikopter Finns SGi Air Bali, pesawat CASSA NC212-200 (U-6215) milik TNI Angkatan Laut, serta drone thermal. Di laut, sejumlah armada dikerahkan, mulai dari KN SAR, KAL, kapal penumpang, yacht, RBB hingga RIB.

Sementara di darat, personel menyisir sejumlah garis pantai sekaligus menyebarkan informasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir. Informasi mengenai empat korban yang masih hilang juga disampaikan kepada kapal-kapal yang melintas melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar.

Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, mengatakan seluruh potensi dan peralatan SAR telah dioptimalkan selama operasi berlangsung.

“Selama delapan hari, Tim SAR Gabungan telah berjuang secara maksimal baik dari udara, laut maupun darat. Area pencarian telah diperluas mencakup perairan Lombok, Bali hingga Jawa. Namun hingga Rabu sore, hasilnya masih nihil dan keberadaan empat korban belum ditemukan,” kata Hariyadi.

Meski operasi resmi dihentikan, Hariyadi memastikan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban tetap dilakukan. Tim SAR juga akan terus berkoordinasi dengan nelayan, masyarakat pesisir, serta seluruh potensi SAR.

“Penutupan ini bukan berarti pemantauan dihentikan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan langsung kami buka kembali,” ujarnya.

Dengan berakhirnya operasi, seluruh unsur SAR gabungan dikembalikan ke instansi masing-masing. Basarnas Mataram menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi seluruh pihak yang terlibat selama delapan hari pencarian.

Operasi SAR KMP Putri Yasmin kini resmi berakhir, tetapi pencarian informasi mengenai empat korban yang masih hilang tetap menjadi perhatian melalui pemantauan dan koordinasi lintas unsur.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar