WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH — Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau yang akrab disapa Abah dengan tegas membantah tuduhan dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Imanuddin diketahui telah dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan kasus tersebut. Di tengah polemik yang berkembang, ia memilih mengambil langkah untuk mundur dari posisi pimpinan pondok pesantren.
Imanuddin mengatakan keputusan tersebut diambil bukan karena mengakui tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan tetap menolak tuduhan dugaan pelecehan seksual tersebut.
Menurutnya, pengunduran diri dilakukan agar aktivitas pendidikan dan kegiatan belajar-mengajar di lingkungan ponpes tetap berjalan normal serta tidak terganggu oleh polemik yang sedang berlangsung.
“Saya tegas menolak tuduhan tersebut. Keputusan untuk mundur dari pimpinan ponpes saya ambil agar kegiatan belajar-mengajar para santri tetap berjalan dengan baik,” ujar Imanuddin.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut kini menjadi perhatian publik. Sejumlah orang tua santri juga disebut mengambil langkah untuk menjemput anak-anak mereka setelah informasi mengenai dugaan kasus tersebut beredar.
Sementara itu, laporan terhadap Imanuddin masih berada dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Status dan fakta hukum terkait dugaan pelecehan tersebut masih menunggu proses pemeriksaan serta pendalaman dari pihak berwenang.
Hingga kini, tuduhan tersebut masih berstatus dugaan dan belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan Imanuddin terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan.
Pihak terkait diharapkan dapat memberikan informasi secara terbuka sesuai proses hukum yang berjalan, sementara seluruh pihak diminta menghormati proses pemeriksaan dan asas praduga tak bersalah.

0 Komentar