SPACE IKLAN

header ads

Edy Suherman, Putra Desa Tonggorisa Bertaruh 3 Tahun 15 Hari untuk Gelar Doktor

Foto. Istimewa.

Laporan: Ipul
Rabu, 9 September 2026.

WARTABUMIGORA.ID | BIMA — Meraih gelar doktor bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Dr. Edy Suherman, S.Pi., M.Si., mantan Kepala SMKN 1 Palibelo sekaligus putra Desa Tonggorisa, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Edy membutuhkan waktu tiga tahun 15 hari untuk menyelesaikan pendidikan doktornya. Perjuangan tersebut diwarnai tekanan akademik, penelitian, hingga ujian promosi doktor di hadapan para profesor.

Kisah itu diceritakan Edy saat berbincang di Kantor KCD Wilayah VI Kabupaten Bima, Rabu (9/9/2026).

“Jadi doktor itu tidak gampang, Pak. Perjuangannya tiga tahun 15 hari. Di saat injury time, betul-betul menguras otak kita,” ujar Edy.

Dalam promosi doktor, Edy mempertahankan penelitian tentang kepiting bakau (Scylla serrata) di hadapan tim penguji, termasuk penguji eksternal dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Ir. H. Yusrin Karim, MS. Sedangkan penguji internal Prof.Dr.ir. H.M.Kasnir.Ms,Prof Dr.Ir.Andi Tamsil.Ms.,Prof.Dr.Ir. Hj.Hasnidar Yasin.,Ms.,Prof Dr.Ir.M.Rustam.,Dr.Iksan wanebon,Dr.ir.Asbar Ms.dan Dr.Ir.Ilmiah kuresengIa,

Ia mengaku sempat kewalahan menghadapi berbagai pertanyaan penguji. Namun, dukungan promotor dan ketua program studi membuatnya tetap bertahan.

“Pokoknya tidak boleh berhenti. Kamu jawab terus. Kalau kamu berhenti berarti kamu ketahuan. Bicara terus apa yang kamu mengerti, apa yang kamu pahami,” kenangnya.

Menurut Edy, penelitian kepiting bakau memiliki peluang dikembangkan di Kabupaten Bima. Ia mengaku belum menemukan adanya pengembangan budidaya kepiting secara serius di daerah tersebut.

“Di Bima saya belum menemukan ada yang melakukan budidaya kepiting itu,” katanya.

Bagi Edy, gelar doktor bukanlah akhir. Ia berharap ilmu dan hasil penelitiannya dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan dan pengembangan sektor perikanan.

Dari Desa Tonggorisa, Edy membuktikan bahwa perjalanan akademik panjang membutuhkan ketekunan. Gelar boleh diraih, tetapi ilmu harus dipertanggungjawabkan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar