WARTABUMIGORA.ID | BIMA — Ketua Komite Sekolah pada salah satu SDN Inpres di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB, Arief, mengaku tidak dilibatkan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Arief menyampaikan, dirinya sebagai Ketua Komite tidak mengetahui secara jelas proses perencanaan maupun penggunaan Dana BOS di sekolah tersebut.
Menurut Arief, keterlibatan Komite diperlukan agar pengelolaan anggaran sekolah dapat diketahui bersama dan berjalan secara terbuka.
“Saya sebagai Ketua Komite tidak dilibatkan dalam pengelolaan Dana BOS. Kami juga perlu mengetahui bagaimana perencanaan dan penggunaannya,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Arief juga mengaku memperoleh informasi bahwa Dana BOS sekolah tersebut sudah keluar. Namun, ketika media ini mengonfirmasi langsung kepada Plt Kepala Sekolah, Bahtiar, S.Pd., SD, keterangan yang diperoleh berbeda.
Bahtiar saat ditemui di ruangannya mengatakan Dana BOS belum tersedia di sekolah.
“Sekarang belum ada Dana BOS. Besok lusa baru ada,” kata Bahtiar.
Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status Dana BOS sekolah dan perlu dipastikan melalui dokumen pencairan maupun laporan keuangan resmi.
Pengelolaan Dana Dipertanyakan
Arief juga mempertanyakan sejauh mana fungsi Komite Sekolah dilibatkan dalam pengelolaan anggaran.
Ia berharap pihak sekolah terbuka mengenai program yang menggunakan Dana BOS, termasuk perencanaan, realisasi dan pertanggungjawaban anggaran.
“Kami bukan ingin menghambat kegiatan sekolah. Kami hanya ingin ada keterbukaan dan komunikasi dengan Komite,” ujarnya.
Selain persoalan keterlibatan Komite, muncul pula informasi mengenai struktur pengelolaan keuangan sekolah yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Bahtiar sendiri disebut menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Sekolah, sekaligus Bendahara Komite, sementara yang bersangkutan juga disebut menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Monta.

0 Komentar