SPACE IKLAN

header ads

Jalur Sekotong–Buwun Mas Kembali Lancar, Warga Akhirnya Bisa Beraktivitas Normal

Foto. Istimewa.

Laporan: Laila
Minggu, 29 Februari 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Setelah sempat lumpuh akibat ambruk diterjang hujan deras, jalur penghubung Sekotong menuju Desa Buwun Mas kini kembali dapat dilalui dengan lancar. 

Perbaikan jalan tersebut membawa kelegaan besar bagi warga yang sebelumnya sempat merasa terisolasi karena akses utama mereka terputus total.

Sebelumnya, kerusakan jalan menyebabkan antrean panjang kendaraan dan aktivitas masyarakat nyaris berhenti. Jalan hanya bisa dilalui sepeda motor, itupun oleh pengendara yang berani mengambil risiko melewati jalur yang rusak dan berbahaya.

Kini kondisi tersebut berubah. Arus kendaraan roda dua maupun roda empat sudah kembali normal setelah dilakukan penanganan di lokasi jalan yang ambruk.

“Sekarang kami selaku warga Buwun Mas merasa lega dan bisa kembali beraktivitas setelah jalan ini diperbaiki,” ujar Ahmad saat dihubungi media ini, Sabtu (29/2/2026).

Ia menjelaskan, selama akses jalan terputus, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sangat terganggu. Distribusi kebutuhan pokok hingga perjalanan kerja dan sekolah menjadi sulit dilakukan.

Menurut Ahmad, warga sebelumnya sempat menolak rencana perbaikan sementara dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang menggunakan tumpukan karung berisi tanah sebagai penahan jalan. Warga menilai metode tersebut tidak cukup kuat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Kami sempat tidak setuju karena rencana perbaikan hanya menggunakan karung berisi tanah yang dianggap tidak jelas kekuatannya. Itu sebabnya warga Buwun Mas menolak keras,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPRD NTB dari Partai Golkar, Lalu Irwansyah Triadi, turun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan. Dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator, dilakukan penimbunan pada badan jalan sehingga akses kembali dapat digunakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut dinilai warga sebagai solusi nyata di saat mereka membutuhkan akses jalan secepat mungkin, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Kami sangat bersyukur kepada Mamiq Ir yang telah membantu menangani persoalan ini. Kalau hanya menunggu pemerintah daerah, mungkin jalan ini masih belum bisa dilewati seperti sekarang,” ungkap Ahmad.

Pulihnya jalur Sekotong–Buwun Mas kini menjadi harapan baru bagi masyarakat agar aktivitas ekonomi, sosial, dan keagamaan dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.

Kronologi Ambruknya Jalan Sekotong–Buwun Mas

Kerusakan jalan penghubung Sekotong–Buwun Mas, Kabupaten Lombok Barat, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama beberapa hari.

Peristiwa bermula pada Selasa, 25 Februari 2026, ketika hujan lebat mengguyur kawasan Sekotong sejak siang hingga malam hari. Debit air yang meningkat menyebabkan tanah di sekitar badan jalan mulai jenuh air.

Memasuki Rabu, 26 Februari 2026, warga mulai melihat retakan pada sisi jalan. Retakan tersebut semakin melebar akibat tanah penahan yang terus tergerus aliran air dari lereng di sekitar lokasi.

Puncaknya terjadi pada Kamis dini hari, 27 Februari 2026, ketika sebagian badan jalan ambles dan ambruk. Akses utama menuju Desa Buwun Mas pun terputus total. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara sepeda motor hanya bisa melewati jalur sempit dengan risiko tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Warga bahkan sempat melakukan penjagaan secara swadaya di lokasi untuk memperingatkan pengendara agar tidak melintas demi menghindari kecelakaan.

Selanjutnya, dilakukan penanganan darurat di lokasi dengan menggunakan alat berat untuk menimbun bagian jalan yang ambruk. Perbaikan sementara tersebut dilakukan agar akses masyarakat dapat segera kembali digunakan.

Hingga akhirnya pada Minggu, 1 Maret 2026, jalur Sekotong–Buwun Mas kembali bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat secara bertahap, sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar