SPACE IKLAN

header ads

Kisruh Program Makan Bergizi Gratis! Dapur di Lombok Tengah Digembok Gara-Gara Sewa Belum Dibayar

Foto. Istimewa.

Laporan: ll
Juma'at, 6 Maret 2026

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH – Operasional dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terhenti setelah bangunan tersebut digembok oleh pemilik lahan pada Kamis (5/3/2026).

Penutupan akses dapur diduga dipicu oleh tunggakan pembayaran sewa lahan yang disebut belum dibayar selama sekitar tujuh bulan.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi dapur MBG dalam keadaan tergembok beredar luas di media sosial. Video itu memperlihatkan pintu bangunan dapur tertutup rapat dengan gembok, sementara sejumlah pekerja terlihat kebingungan karena tidak dapat melanjutkan aktivitas memasak dan menyiapkan makanan.

Pemilik lahan, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan keputusan menggembok bangunan tersebut diambil karena pihak mitra pengelola program belum melunasi kewajiban pembayaran sewa lahan.

“Sampai sekarang pembayaran sewa belum juga kami terima secara penuh selama tujuh bulan. Kami sudah berusaha menghubungi pihak pengelola, tetapi tidak mendapatkan tanggapan yang jelas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, pihak keluarga sebenarnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik dengan melakukan komunikasi kepada pengelola dapur MBG. Namun hingga berbulan-bulan berlalu, menurutnya tidak ada kepastian mengenai pembayaran yang menjadi haknya.

“Kami sudah mencoba berkomunikasi berkali-kali. Tapi tidak ada kejelasan kapan pembayaran akan dilakukan,” tambahnya.

Merasa tidak mendapatkan kepastian, pemilik lahan akhirnya mengambil langkah tegas dengan menutup akses bangunan dapur tersebut. Keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan keluarga, termasuk ibunya yang juga mengetahui persoalan tersebut.

Menurutnya, tindakan menggembok pintu bangunan bukan bertujuan menghambat jalannya program pemerintah, melainkan sebagai bentuk protes agar pihak pengelola segera menyelesaikan kewajiban pembayaran sewa yang tertunda.

Akibat penutupan tersebut, para pekerja yang biasanya menyiapkan makanan dalam program MBG terpaksa menghentikan aktivitas mereka. Beberapa pekerja dilaporkan meninggalkan lokasi karena tidak dapat masuk ke dalam dapur.

Sejumlah warga di sekitar lokasi juga ikut menyaksikan kejadian tersebut dan mulai mempertanyakan kelanjutan operasional dapur MBG di wilayah itu.

Salah seorang warga setempat, Rahmat (38), mengatakan masyarakat berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat tetap berjalan.

“Program ini kan untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak. Kami berharap masalah ini cepat diselesaikan supaya kegiatan dapur bisa berjalan lagi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak mitra pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tunggakan pembayaran sewa lahan yang menjadi penyebab penutupan lokasi.

Masyarakat berharap kedua belah pihak dapat menemukan solusi secara damai sehingga operasional dapur MBG di Kecamatan Pringgarata dapat kembali berjalan dan program tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar