WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK TENGAH – Ribuan warga, santri, dan tamu undangan memadati halaman Yayasan Ponpes At-Tamimy, Brangsak, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu malam (02/05/2026). Suasana religius sekaligus penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Khataman Al-Qur’an, pengesahan pelatih baru, dan pengukuhan anggota tetap Pagar Nusa.
Kegiatan berlangsung meriah namun tetap khidmat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana haru dan menenangkan. Selanjutnya, seluruh peserta berdiri menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Pagar Nusa sebagai simbol semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap organisasi.
Ketua Pagar Nusa, Mustain Nasrullah, memimpin langsung prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah anggota baru. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari Pagar Nusa bukan sekadar status organisasi, tetapi juga amanah moral dan spiritual yang harus dijaga.
“Malam ini kita kukuhkan, kita baiat, dan kita ambil sumpah. Sebelumnya, kita pastikan saudara-saudara sudah melaksanakan ketentuan organisasi, termasuk menjalankan ibadah puasa di bulan yang mulia ini,” tegas Mustain di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Puluhan anggota baru kemudian melafalkan ikrar kesetiaan secara bergantian dalam bahasa Arab dan Indonesia. Mereka berjanji untuk memegang teguh prasetia organisasi, menjaga nama baik Nahdlatul Ulama (NU), serta mengamalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Momentum sakral tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Tidak sedikit warga yang mengabadikan prosesi pengukuhan menggunakan telepon genggam mereka.
Memasuki puncak acara, suasana berubah semakin semarak dengan penampilan berbagai atraksi seni dan bela diri khas Pagar Nusa. Penonton dibuat terpukau dengan demonstrasi karate, tarian tradisional Pagar Nusa, hingga aksi kekebalan tubuh yang memancing decak kagum.
Salah satu peserta atraksi, Syahri Duan, mengaku bangga bisa tampil di hadapan ribuan penonton. Ia mengatakan kemampuan yang ditampilkan bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan rutin dan disiplin tinggi.
“Lumayanlah. Itu semua karena ada teknik pernapasan dan latihan khusus yang kami lakukan secara rutin,” ujar Syahri sambil tersenyum.
Syahri mengaku telah menekuni latihan dan atraksi bersama Pagar Nusa selama enam tahun. Menurutnya, konsistensi latihan menjadi kunci utama dalam membangun kemampuan fisik maupun mental.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan bersama seluruh peserta. Panitia berharap para kader yang baru dikukuhkan dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia, menjaga persatuan, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

0 Komentar