SPACE IKLAN

header ads

Pasukan Berkuda Jena Jara Jadi Sorotan di Hari Jadi Bima ke-386

Foto. Istimewa.

Laporan : Ipul
Selasa, 7 Juli 2026

WARTABUMIGORA.ID | BIMA – Pasukan Berkuda "Jena Jara" binaan Kodim 1608/Bima kembali menjadi perhatian dalam puncak peringatan Hari Jadi Bima ke-386 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima, Minggu (5/7/2026).

Sebelumnya, pasukan berkuda tersebut juga turut memeriahkan Pawai Budaya menyambut Hari Jadi Bima pada Senin (29/6/2026). Penampilan mereka pada dua agenda besar tersebut menjadi simbol kebangkitan kembali warisan budaya dan sejarah Tanah Mbojo.

Menjelang dimulainya upacara, Pasukan Berkuda "Jena Jara" melakukan defile di hadapan seluruh peserta upacara. Atraksi yang berlangsung penuh disiplin itu ditutup dengan penghormatan kepada Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., Bupati Bima Ady Mahyudi, para bupati dan wali kota se-NTB, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menghadiri upacara.

Pasukan berkuda yang dibina Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., berhasil memukau para tamu undangan dan peserta upacara. Kehadiran "Jena Jara" dinilai sebagai representasi warisan kavaleri legendaris Kesultanan Bima yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Mbojo.

Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, mengatakan bahwa kehadiran Pasukan Berkuda "Jena Jara" bukan hanya untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi Bima, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali sejarah dan jati diri masyarakat Mbojo.

"Melalui Pasukan Berkuda 'Jena Jara' ini, kami ingin menghadirkan kembali memori kolektif masyarakat terhadap kejayaan militer Kesultanan Bima di masa lalu. Peringatan Hari Jadi Bima bukan hanya menjadi momentum refleksi pembangunan, tetapi juga panggung pelestarian budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat Mbojo, kuda bukan sekadar hewan ternak, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sejarah daerah. Selain menjadi sarana transportasi utama pada masanya, kuda juga berperan sebagai penjaga wilayah kerajaan serta menjadi simbol kehormatan dan prestise bagi kalangan bangsawan maupun pejabat Kesultanan Bima.

"Sebagai identitas budaya Suku Mbojo, kuda memiliki nilai historis yang sangat kuat. Karena itu, pelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," katanya.

Sebagai bentuk revitalisasi terhadap nilai-nilai sejarah tersebut, lanjut Dandim, Kodim 1608/Bima telah membentuk Kompi Produksi, Peleton Peternakan, dan Regu Berkuda.

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga kelestarian kuda Bima sekaligus merawat semangat patriotisme yang pernah mengiringi kejayaan Kesultanan Bima. Kami berharap keberadaan 'Jena Jara' dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Mbojo," pungkasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar