SPACE IKLAN

header ads

Warga Binaan Lapas Lombok Barat Produksi Cocomesh Bernilai Ekonomi

Foto. Istimewa.

Laporan : Zul
Senin, 6 Juli 2026.

WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT - Lapas Kelas IIA Lombok Barat terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan potensi lokal. Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, meninjau langsung proses pembuatan Coco Net (Coco Mesh) yang diproduksi warga binaan hasil kerja sama dengan PT. Ridho Bersama, Senin (6/7).

Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi kepada warga binaan agar terus mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi. Coco Net merupakan produk berbahan dasar serat sabut kelapa yang diolah menjadi material ramah lingkungan dengan berbagai manfaat, sekaligus menjadi media pembinaan yang membekali warga binaan dengan keterampilan kerja.

Kalapas Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kebutuhan pasar.

"Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. Melalui produksi Coco Net, mereka belajar mengolah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomis. Ini merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian di dalam lapas," ujar Fadli.

Direktur PT. Ridho Bersama, Hasan Masysyath, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan warga binaan agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

"Kami siap mendukung pembinaan di Lapas Lombok Barat agar warga binaan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga kerja sama ini terus berjalan secara sustainable dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas," ungkap Hasan.

Kerja sama ini menjadi wujud sinergi antara Lapas Lombok Barat dan dunia usaha dalam menciptakan program pembinaan yang produktif, meningkatkan keterampilan warga binaan, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah sebagai bekal untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar