WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT — Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lombok Barat memastikan akan melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 25 Agustus mendatang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, H. Muhammad Adnan, mengungkapkan bahwa harga sejumlah komoditas pokok saat ini masih relatif stabil meski sedikit mengalami kenaikan. Harga daging sapi tercatat berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, sementara harga daging ayam naik menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram.
“Untuk sementara ini di beberapa pasar memang kebutuhan pokok, utamanya daging, itu sekitar Rp150.000 per kilogram untuk daging sapi. Kemudian ayam juga naik sekitar Rp45.000,” ujar Adnan.
Menurut Adnan, meski Maulid masih sekitar 12 hari lagi, pihaknya akan segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor serta gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret pekan depan.
Sidak tersebut bertujuan memastikan ketersediaan stok gula, minyak goreng, beras, dan kebutuhan pokok lainnya tetap terjaga.
“Setelah itu kami akan turun ke pasar-pasar untuk melihat kondisi harga di masing-masing pasar. Apabila kenaikannya terlalu tinggi, maka kami akan mengantisipasi dengan menggelar pasar murah di lokasi yang harganya dinilai memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memperoleh dukungan pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik di Lombok Barat.
Adnan memprediksi harga daging dan gula pasir berpotensi mengalami kenaikan menjelang Maulid, khususnya di tingkat pengecer, meskipun harga acuan dari Bulog untuk komoditas seperti gula sudah ditetapkan.
“Kemungkinan naik, khususnya daging dan gula pasir, meski di tingkat pengecer, walaupun dari Bulog sudah ada standarnya,” ungkap Adnan.
Kemudian untuk kebutuhan gas elpiji, Disdag Lombok Barat telah mengirimkan surat resmi kepada PT Pertamina untuk meminta penambahan pasokan sekitar 100 persen dari kebutuhan harian menjelang Maulid.
Adnan menyebutkan, kebutuhan elpiji di Lombok Barat pada kondisi normal mencapai sekitar 900 ribu tabung per bulan. Dengan adanya potensi lonjakan permintaan saat Maulid, pihaknya berharap ada tambahan pasokan, minimal 50 persen dari kebutuhan normal.
“Sebelum Maulid itu sebulan sekitar hampir 900.000 tabung per bulan di Lombok Barat. Jadi kalau misalnya di Maulid ini kita disubsidi 100 persen, ya 900.000, atau paling tidak 50 persen, sekitar 450 ribu tabung sesuai kebutuhan masyarakat,” paparnya.
Ia memastikan harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram tetap mengikuti harga standar yakni Rp18.000 di tingkat pangkalan, dengan harga maksimal di tingkat pengecer sebesar Rp22.000 sesuai arahan Bupati Lombok Barat.
Adnan juga mengimbau agen dan pangkalan elpiji agar tidak mendistribusikan tabung gas ke luar zona wilayah operasionalnya guna mencegah pembengkakan biaya distribusi yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat pengecer. Imbauan ini merupakan hasil sidak bersama pihak kepolisian dan bagian ekonomi daerah terhadap sejumlah agen elpiji beberapa waktu lalu.
Disinggung soal kemungkinan adanya permainan harga menjelang Maulid, Adnan mengaku pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Namun demikian, Disdag akan tetap melakukan pengawasan ke pasar-pasar dan distributor untuk memastikan ketersediaan barang sekaligus mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Sementara itu, untuk komoditas cabai dan bawang putih, Adnan menyebut harga kedua komoditas tersebut masih relatif stabil hingga saat ini. Ia memperkirakan kenaikan permintaan cabai berpotensi terjadi menjelang Maulid seiring kebiasaan masyarakat menyetok kebutuhan dapur.
Sebagai langkah antisipatif, Dinas Perdagangan turut menggandeng sektor pertanian untuk menggelar pasar murah hasil tani yang rencananya sudah mulai berjalan pekan depan di sejumlah titik.
Selain itu, Adnan mengungkapkan bahwa pada 21 Agustus mendatang akan digelar pasar murah serentak se-Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan Kabupaten Lombok Barat memusatkan kegiatannya di Kecamatan Kuripan Utara.
Menutup keterangannya, Adnan mengimbau para pedagang untuk menjual kebutuhan pokok sesuai harga standar dan tidak mengambil keuntungan berlebih di tengah momentum Maulid.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terpancing melakukan aksi borong (panic buying) yang berpotensi memicu kelangkaan dan lonjakan harga, seperti yang sempat terjadi di Kabupaten Lombok Timur beberapa waktu lalu dan berimbas pada kepanikan warga Lombok Barat, meski stok di daerah tersebut sebenarnya dalam kondisi aman.
“Kita memohon para pedagang supaya menjual sesuai dengan harga standar, jangan menaikkan harga, karena bagaimanapun masyarakat juga yang akan terdampak apabila harga terlalu tinggi,” pungkas Adnan.

0 Komentar