Foto. Istimewa.
WARTABUMIGORA.ID|LOMBOK BARAT – Insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok saat pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu (12/8/2026), membuat puluhan keluarga penumpang mendatangi kawasan Pelabuhan Lembar. Mereka menunggu kepastian mengenai kondisi kerabat yang berada di atas kapal saat kebakaran terjadi.
Suasana di posko tanggap darurat Pelabuhan Lembar dipenuhi kecemasan. Warga tampak berkumpul di sekitar posko sambil menunggu informasi resmi dari petugas. Sejumlah ambulans disiagakan di lokasi untuk mengangkut korban yang berhasil dievakuasi dari laut menuju fasilitas kesehatan.
“Saya dapat kabar kapal terbakar, tapi sampai sekarang belum tahu anak saya bagaimana. Saya hanya bisa menunggu di sini,” ujar Siti (45), warga Lombok Barat yang menunggu kabar anaknya di posko.
Berdasarkan data otoritas, KMP Putri Yasmin mengangkut 114 penumpang dan 17 awak kapal. Dari jumlah tersebut, satu orang penumpang dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal telah dievakuasi lebih awal ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi medis.
Sementara itu, keluarga penumpang yang masih berada di pelabuhan terus memantau pembaruan data yang disampaikan petugas. Beberapa di antaranya terlihat berulang kali menanyakan daftar penumpang yang telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke darat.
“Yang penting kami tahu dulu mereka selamat atau tidak. Kami tidak butuh apa-apa selain kepastian,” kata Ahmad (38), warga asal Mataram yang menunggu kabar istrinya.
Proses evakuasi dan penanganan darurat dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Lembar, Syamsurizal, bersama tim SAR gabungan. Petugas mengerahkan armada penyelamat untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian, mengevakuasi korban, serta memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil didata.
Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP Lembar, serta instansi terkait lainnya. Tim gabungan terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan para korban.
Pihak otoritas menyatakan bahwa KMP Putri Yasmin telah memenuhi prosedur kelaiklautan sebelum berlayar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Aparat akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal, sistem keselamatan, serta keterangan dari awak kapal dan saksi-saksi.
Hingga Rabu siang, posko tanggap darurat di Pelabuhan Lembar masih beroperasi untuk melayani keluarga korban dan memperbarui data penumpang yang telah dievakuasi. Pemerintah bersama tim SAR gabungan memastikan proses pencarian dan pendataan akan terus dilakukan hingga seluruh penumpang dan awak kapal dipastikan keberadaannya.

0 Komentar